TENTANG RASA, MEMILIKI, KEHILANGAN & KEPERCAYAAN MANUSIA

Hy, semua penikmat & pembaca selamat malam. Entah kenapa pada malam ini setelah nonton salah satu episode naruto tiba-tiba muncul sebuah inspirasi untuk menulis sesuatu & sering teringat akan sesuatu. Apa itu ? Tentang apa ? Jawabannya sederhana… Tentang rasa, memiliki, kehilangan & kepercayaan. Banyak orang yang dikendalikan atau malah mengasuh rasa baik yang benar ataupun salah dan membuat mereka mempercayai rasa itu. Contoh ada seseorang yang mengasuh rasa masa depannya & ada yang mengasuh rasa masa lalunya. Mereka percaya bahwa rasa yang mereka pegang adalah benar & terbukti. Bagi seseorang yang mengasuh rasa masa lalu berpendapat masa lalu jauh lebih indah daripada masa depan karena bagi mereka masa depan itu buruk jika hal-hal indah di masa lalu tak terjadi lagi & itu memang terbukti. Kenapa bisa begitu ? Karena kehilangan cinta, kasih & sayang di masa lalulah yang membuat mereka beranggapan jauh lebih hidup, lebih berarti, bermakna, di akui, di anggap ada, di terima & bahagia tanpa ada penderitaan & rasa sakit saat mereka memiliki hal seperti itu.

Masa depan hanyalah khayalan imajinasi atau sebuah harapan kosong dari logika manusia yang belum tentu atau malah tak terbukti sama sekali didalam hidupnya. Lalu muncullah pertanyaan-pertanyaan dari pernyataan tersebut seperti apakah ada orang yang hidup dengan cara seperti itu ? Kenapa hal itu bisa terjadi ? Kok mau ya atau kok bisa ya hidup dengan cara seperti itu ? Bagaimana caranya dia hidup di masa sekarang berbarengan dengan masa lalu ? Kenapa mereka tak percaya masa depan ? Bagi orang yang mengasuh rasa masa lalu di umpamakan seperti seseorang yang ada si tengah kegelapan terus berjalan, berlari kemanapun & melakukan apapun yang mereka suka tanpa ada arah & tujuan yang jelas tak bisa melihat kemanapun & juga tak terlihat apapun di depan matanya.

Tapi bagaimana dengan yang percaya rasa masa depan ? Apa yang ada di percaya oleh orang-oang yang percaya masa depan ? Keindahan? Perbaikan dari masa lalu ? Harapan ? Mimpi ? Itu hal bullshit yang ada karena belum terbukti. Bagi orang yang mengasuh rasa masa depan mereka percaya masa depan jauh lebih indah dari masa lalu jika kita mau berusaha & merubahnya. Apakah benar-benar terjadi ? Yang mang yang benar. Masa lalu ? Masa depan ? Silahkan kalian pilih sendiri yang mana yang terbaik bagi hidup kalian. Lalu bagaimana dengan tema kehilangan dan memiliki, untuk yang memiliki kita tak perlua ada pembahasan lebih lanjut anggap saja orang seperti itu menjalani hidup yang normal. Sedangka kehilangan sesuatu yang berharga didalam hidup seseorang membuatnya mampu melakukan hal-hal yang di luar logika dan dugaan manusia.

Lalu penulis memilih yang mana ? Coba baca lagi & perhatikan lagi dari kata yang pertama sampai terakhir karena inti dari cerita ini adalah jawabannya. Lalu kenapa memilih itu ? Jawabannya sederhana dendam, kebencian, kehilangan tak bisa dihapus & rasa sakit tak bisa di sembuhkan dengan mudah hal inilah yang memperbesar atau sesuatu yang disebut dengan penderitaan.

UNDEFINED

Hai waktu yang terus berputar ada sedikit kelus kesah dan secuil cerita sedari tengah malam hari ini tidak bisa tidur sampai menjelang subuh baru bisa tidur tapi hanya sesaat bangun lagi untuk prepare salat Idul Adha 1437 H. Setelah selesai salat tiba-tiba terlintas beberapa kalimat seperti ini. “Cinta kamu itu kaya bintang banyak bertaburan tapi sayang tak ada 1 pun yang terasa, terjatuh, terambil, & termiliki sama aku jadi cuma bisa menikmati dan memandang kilau keindahan cahaya mempesona dari kejauhan (melihat dari bumi menuju langit) bagaikan surga cinta sambil memejamkan mata di tengah gelapnya malam hitam dingin menghembus kalbu hingga akhir waktu lumpuhkan ingatanku untuk sesaat sampai serupa butiran debu karena kegelapan tak akan pernah tersentuh cahaya bahkan yang redup sekalipun meski telah melebarkan sayap pelindungmu bagai malaikat penjaga hati yang tertatih, luka sepi, tersakiti & berlari sendiri tanpa arah jalan pulang. Cahaya setitik jarum meredup di tengah gelap malam hitam yang suram terasa indah bagaikan bintang terang berkilau penuh pesona yang mengalihkan dunia merubah segalanya menjadi lebih indah datang menertawakanku selayaknya manusia bodoh tak berdaya dalam buai belaka seperti alunan nada sendu tenggelam dalam luka dalam bertahan sekuat hati bak karang di hempas ombak lepas dan berakhir jua bagai air & minyak yang tak mungkin bisa menyatu, hapuskan rindu yang banyak orang pertanyakan.” Seperti itulah kalimat yang tiba-tiba terlintas didalam pikiranku.

Andaikan aku mampu mengunakan ninjutsu

Aku ingin menyegel kamu hanya untukku

Andai aku punya sharingan pasti

Kulakukan genjutsu no jutsu padamu

Untuk membuatmu cinta kepadaku meski kau tak cinta

Andai aku bisa shintesin no jutsu pasti

Kurasuki otak, pikiran & hatimu

Agar kau tau perasaanku

Andai aku bisa kagemane no jutsu pasti

Kuikat hatimu & hatiku jadi satu

Andai aku bisa kuchiyose no jutsu pasti

Kan kupanggil besarnya cinta ini dalam bentuk

Andai aku bisa edotensei pasti

Kubangkitkan kekalnya cintamu dalam hati

Andai aku bisa rasengan shuriken pasti

Kuhancurkan segala yang menghalangi cinta kita

Andai aku bisa chidori no jutsu pasti

Kutembus gerbang hatimu

Andai aku bisa jikuukan ninjutsu pasti

Kubisa berpindah super cepat tuk menemani hidupmu

Andai aku bisa membuat kekkai pasti

Kualihkan dunia ini

Andai aku punya GUNDAM pasti

Kan kujaga seluruh nafasmu

Andai aku bisa NEN tipe apapun pasti

Kujadikan kau dimensiku

Andai tempat ini GHOST @ SCHOOL pasti

Kuhantui hidupmu dengan cintaku

Mungkin kuharus menjadi itachi uchiha

Membunuh semua perasaan ini hanya untukmu

BY: Zea

SALAHKU

Aku tahu aku memang bersalah. Tetapi tidakkah kau getar hati orangmu, TUHAN… untuk membantu dalam gelapnya hati. Jangan kau pergi tinggalkanku dalam gelap selamanya. Aku disini dengan kebencianku, dendamku, kesalahanku. Apa tak akan pernah bisa engkau maafkan atau hanya ego makhlukmu semata. Kemana anugerah illahimu ? Apa aku harus… tak mempercayaimu lagi. Telah aku terima sakitnya hidup diantara membenci & dibenci. Mengapa ? Tolonglah tuhan jangan kau beri rasa sakit ini lagi. Karena aku tak akan pernah bisa. Apa kau membohongiku ? Apa kau ingin membunuhku ? Dengan apa yang telah kau berikan. Hingga akhir waktu apa aku tetap akan seperti ini ? Tak akan pernah ada kasih sayang, pengakuan, kelemah lembutan, pengertian, sekalipun pengampunan. Bernarkah kau seperti ini TUHAN ? Tak sedikitpun berpaling untuk orang-orang sepertiku. Apakah anugerahmu hanya untuk orang-orang tingkat tinggikah ? Bukan tingkat RENDAH seperti KOMUNITAS SAMPAH TERASING DENGAN DUNIA KAMI SENDIRI. Hingga akhir waktu telah berhenti. Bagaimana cara aku ingin jumpa. Biarlah aku pergi untuk selamanya. Sebelum semua menyesali semuanya dengan sadar. Aku hanya ingin semua tahu. Bahwa tak ada dendamku, kebencianku untuk mereka. Janganlah kau sakiti aku lagi. Aku tak percaya lagi akan keagunganmu. Aku telah bergelut dalam gelapmu yang mulai berpendar kepadaku. Pergilah kau dari hatiku yang tingkat RENDAH ini.

 

BY: Zea

RASA DIHATI

11/02/2016

Hai… rasa dihatiku apa kabar. Masih sanggup bertahankah atau sudah menyerahkah atau masih ingin berjuang dengan kemungkinan yang sangat kecil ? kuharap belum remuk jantungku atau bahkan harus lumpuhkan ingatanku terhadap metakognisi, sensasi, persepsi dan berhalusinasi tentang kamu yang menjadi mental model dalam hatiku. Entahlah apakah hal ini normalkah atau abnormalkah atau bahkan menjadi gangguan klinis yang mungkin masuk dalam kategori DSM V atau ilusi yang terasa nyata. Mungkin hanya decision demonku yang terlalu keras bersuara tanpa bisa berkompromi terhadap rasa di dalam lubuk hati dengan kenyataan yang ada. Mungkin rasa ini harus di motivated forgetting dengan memodifikasi perilaku yang ada hanya untukmu walaupun rasa yang hadir mampu merubah segalanya jadi lebih indah & membelenggu 1 hati yang tak bisa & tak mungkin menyatu. Karena apa yang kurasa kau tak rasa, ini hanya rasa kecanduanku terhadapmu yang entah karena apa awal mulanya. Tak ada yang tahu begitu pula dengan rasaku ini harusnya rasamu juga tetapi tak semua mimpi harus jadi nyata. Mungkin hanya akan menjadi gangguan tidur didalam hidupku. Mungkin aku harus mengubah mental model, meregulasi emosi dari semua hal yang membuatku merasa sempurna terima kasih karena telah datang & hadir dihidupku walau bukan untuk dimiliki. Mungkin ini jalan terbaik untukku dan untukmu, inilah hidupku, inilah jalanku, inilah takdirku.

By: Zea

 

This is my life

Hai kehidupan. Apa kabar ? 2012 menjadi akhir masa SMA dan menjadi awal masa kuliah. KULIAH ? that’s amazing. Masuk jurusan yang tak pernah dimau bahkan tak tahu apa yang dimaksud oleh jurusan tersebut. “PSIKOLOGI” ya itulah jurusannya yang sebenarnya dipaksakan orang tua dan tak sesuai dengan keinginan yang “Sistem Informasi”. Hanya itukah paksaannya ? tidak sejak 6 tahun sebelumnya pun begitu. Maunya SMPN 2 GUNUNGPUTRI tetapi malah dimasukkan SMPN 1 GUNUNGPUTRI, begitu juga dengan SMA maunya SMK TRIPLE J jurusan “Teknik Komputer & Jaringan” tapi kenyataanya malah dimasukkan ke SMAN 1 GUNUNGPUTRI walaupun tak lulus tes tetap masuk kesana walau lewat jalur belakang. Awalnya sulit untuk menikmati tetapi semakin dijalani semakin banyak cerita yang membuat lupa semua ketidaksesuaian diawal. Banyak kisah di masa SMP dengan kenakalan-kenakalan ala-ala bocah ingusan. Aku harus berterima kasih terhadap beberapa orang yang sudah menjadi cahaya dan mewarnai hidupku ini seperti R.L Gasti, suhu Agus, sahabat-sahabat yang gokil dll. Oiya ada juga masa SMA yang penuh cerita dan cinta yang menguras emosi dan air mata bagaikan sinetron di TV. HAHAHA lucu ya tapi hidupku tak pernah selucu itu dan penuhi dengan hal-hal yang pahit sama pahitnya seperti secangkir kopi. Tak bisa dipungkiri masa inilah yang paling berharga karena dari masa inilah aku mengenal bagaimana merasakan arti ketulusan seperti yang diberi Almh. Yeni Rahman Bin Sipulan. Beliau adalah bibi sekaligus pengganti sosok ibu kandung. Entah kenapa jauh didalam hati ini posisi itu bisa tergantikan oleh orang yang tidak memiliki hubungan darah sedikit tapi rasa kasih dan sayangnya melebihi dari orang yang melahirkanku kedunia ini. Walaupun hanya beberapa tahun tapi menjadi kenangan indah yang tak bisa dilupakan bahkan abadi sampai kapanpun. TERIMAKASIH bi… semoga engkau tenang disana dan bisa menemani adikku yang juga sudah disana. Satu-satunya harta berharga lebih dari diriku sendiri, masa depan bahkan sinar yang menerangi hidupku. Entah berapa tahun tak ingin lagi diingat sejak meninggalnya sikecil dan 13 tahun sudah berlalu sejak meninggalnya bibiku yang mehilangkan 1 nyawa yang hidup didalam diriku ini. Bahkan 22 tahun kujalani dengan kehilangan banyak hal, hidup sendirian, penuh dengan penderitaan, kesakitan bahkan kebencian dari orang tua kandung yang seharusnya menyayangi setulus hati. Kelihatan diluar sih mereka menyayangi tapi saying itu hanya defense mechanism rasionalisme, displacement dari masa lalu mereka dan dituangkan kedalam kehidupan yang menjadikanku seorang yang penuh dengan penderitaan, kebencian, dendam, rasa sakit, kosong, hampa, tak bisa memaafkan, entah apalagi yang ingin mereka ajarkan bahkan tak ada lagi yang harus aku lakukan lagi didunia ini. Karena lahirnya aku didunia ini tak sesuai dengan keinginan mereka dan mereka sampai hati melakukan Gender Identity Disorder terhadap anaknya sendiri. Sampai hidupku ini terasa seperti sebuah mutant. Bagusnya meski hidup seperti itu masih ada orang yang bersedia menjadi pengganti sosok mereka yaitu bibi yang mengajarkan, memberikan dan mewarnai hidupku. Hal itu menjadikan berusaha untuk tegar menjalani hidup yang tak pernah hidup lagi. Entah apakah aku akan bisa menjadi manusia lagi atau tidak. Jika iya, mungkinkah ada seseorang yang bersedia menjadi cahaya, mewarnai hidup dan bisa membuatku melupakan hidup yang gelap, hitam, kelam, tak berharga, tak berarti, tak berguna dan tak ada masa depan. Tanpa harus menghakimi masa lalu dan berada disampingku untuk mencerahkan masa depan. Jika mungkin hanya malaikat yang bisa melakukan hal sesempurna itu.

Awal masuk kuliah dijurusan PSIKOLOGI yang tak tahu itu apa. Membuatku menjadi orang aneh bahkan menjadi alien yang masuk kedunia yang antah berantah. Mungkin karena bukan keinginan tetapi seperti biasa yang bisa dilakukan hanya mencoba untuk menikmati apa yang terjadi. Ternyata ada hikmah dibalik sesuatu yang kudapat, bahwa apa yang didapat adalah sesuatu yang dibutuhkan. 7 semester dilalui. Banyak pelajaran hidup yang didapat dari tokoh-tokoh yang entah siapa dan tak pernah bertatap muka. Semester 1 & 2 pada Psikologi Umum yang mempelajari tokoh-tokoh seperti Sigmund Freud tentang “Psikoanalisis” yang mirip dengan control aliran yin yang dari Thaichi Imyang saat SMP dulu yang diajarkan suhu Agus, Abraham Maslow tentang “Hierarki Kebutuhuan” hal-hal yang menghilang dari hidupku ini, Ivan Pavlov yang bercerita tentang “Classical Conditioning”, lalu aliran aufklarung atau zaman pencerahan dll. Semester 3 & 4 pada Psikologi Kepribadian Karen Horney “pengalaman-pengalaman pada masa kanak-kanak berpengaruh besar pada kehidupan dimasa depannya. Orang – orang yang tidak mendapatkan kebutuhan akan cinta dan kasih sayang yang cukup selama masa kanak – kanak mengembangkan rasa Permusuhan Dasar (Basic Hostility) terhadap orang tua mereka dan sebagai akibatnya mengalami Kecemasan Dasar (Basic Anxiety).” Dengan contoh kasus seorang anak yang sering dihajar, dipukul, diperlakukan kasar tumbuh besar dan berkembang menjadi anak yang mudah memukul, berlaku kasar, pemarah dll yang ternyata itulah kisah nyata dari diri sendiri yang diteorikan dalam ilmu psikologi. Lalu George Kelly “Konstruk Personal” yang itulah caraku memandang kehidupan. Semester 5 & 6 pada Observasi & Wawancara “Kesepian” this is me. Awalnya tak sadar dengan judulnya, tapi merasa aneh saat pengambilan data OW yang subjeknya “Maminya Anin”. Disitulah baru sadar dan juga dapat pelajaran yang berharga dari beliau. Lalu semester 7 & 8 belum ada cerita karena masih proses dan belum berhenti😛.

Tak terasa ya sudah di penghujung waktu. Padahal baru September kemarin perayaan hari ulang tahun yang ke 22. Seperti biasa, setelah kehilangan besar 13 tahun yang lalu tak ada perbedaan saat event ini ingat sendiri, dilakukan sendiri, apa-apa sendiri, beli kue sendiri, merayakan sendiri, makan sendiri. Tak ada orang dirumah ? ada, tapi mereka kuanggap mati bahkan tak pernah hidup. Sama seperti hidupku ini hidup tapi mati. Tahun 2015 hanya tinggal menunggu kembang api berdentum dilangit dan mewarnai malam yang gelap menjadi tanda pergantian tahun menjadi 2016. Apa kabar masa depanku ? masih adakah kau disana atau telah musnah ditelan waktu yang gelap, hitam dan kelam seperti kopi yang setiap hari kuminum. Yang mungkin hanya itulah yang bisa mewakili kehidupanku atau tepatnya waktu yang telah kulalui selama ini selama 22 tahun dan akan menjadi yang ke 23 tahun. Tapi kemungkinan tak jauh berbeda, yang berbeda mungkin hanyalah perayaan wisuda S1 Psikologi. Itupun jika selesai tepat waktu dan tanpa halangan atau rintangan yang mengiringi. BAHAGIA ? mungkin atau tepatnya hanya sesaat setelah itu akan kembali seperti semula. Menjadi suatu hal yang harus dimulai dari awal lagi. Seperti orang yang terlahir kembali tapi tak pernah hidup. Ya itulah aku hidup tapi mati. Ada pepatah mengatakan “ada perbedaan antara manusia dan menjadi manusia dan orang yang mampu membedakannya hanyalah orang yang bijak” apakah aku orang yang bijak ? atau hanya mencoba memahami kehidupan sampai menjadi manusia yang hidup. Bukannya hidup seperti manusia. Hakikat manusia yang hidup diartikan bagaimana jantung berdetak dan darah yang mengalir. Tapi sayangnya kehidupan tidak semunafik itu. Hidup yang sesungguhnya bukanlah tentang hakikat tapi bagaimana kita menjadi manusia yang hidup didalam kehidupan ini. Bukan menjadi sebuah mesin tanpa emosi dan perasaan yang hanya menjalankan perintah bagaikan sebuah system yang diciptakan untuk menjalankan suatu program kehidupan yang bernama takdir. Apakah mungkin itu takdir atau keegoisan manusia didalam hidup ? atau bahkan Allah itu tak pernah adil. Padahal Allah berjanji pada umatnya bahwa dia tak pernah membiarkan umatnya sendiri sayang hal itu hanya menjadi khayalan tingkat tinggi yang indah. Termasuk bahwa “manusia diciptakan berpasang-pasangan” atau tepatnya penikahan. This is bullshit ? ya itu mungkin cuma khayalan tingkat tinggi atau mimpi indah belaka yang tak pernah terjadi. Sehebat dan sekeras apapun berusaha untuk hal ini tak pernah ada hasilnya. Kenyataannya jangankan orang lain bahwa orang tua kandung saja tak bisa menyayangi dan mencintaiku sepenuh hati. Ya sudahlah lupakan tentang pasangan atau bahkan pernikahan itu Cuma cerita indah dinegeri dongeng. Kata Allah “tak ada hal yang kalian lakukan akan menjadi sia-sia” sayang hal ini juga tak terbukti didalam kehidupanku. Mungkin hal yang kusangsikan ini terjadi dalam hidup orang lain tapi tak pernah terjadi dihidupku. This is me, this is my life, this is my way, this my destiny never to change anytime. Hidup menjadi diriku itu sulit harus berusaha setenang mungkin walaupun hidup sekacau apapun, mungkin yang bisa kulakukan hanya melihat dan merasakan kebahagiaan tanpa bisa memilikinya. Karena tak bisa memiliki kebahagiaan masih kesenangan yang bisa dimiliki just do it for me. Tak pernah ada kebahagiaan yang ada hanya penderitaan dan rasa sakit dari 22 tahun kehidupan ini.