KESEDIHANKU

amaku Criestna. Aku adalah anak tertua dari keluargaku. Masa tumbuh dan berkembang aku memiliki tetangga yang baik namun anak perempuannya yang bernama Shinta tak pernah akur denganku, padahal keluarga kami sudah saling mengenal sejak aku kecil sampai dengan sekarang. Aku akui setelah lama saling mengenal dengan Shinta meskipun tak pernah akur setiap bertemu pasti ada saja yang di perdebatkan denganku. Inilah kisahku.yang mengidap kanker otak ganas sejak SMP.
Meskipun begitu aku tak pernah mau menyerah walau dengan kemungkinan hidup yang sangat rendah karna sampai saat ini belum ada obat untuk sakitku ini. Tapi selama ini aku dan keluargaku merahasiakan tentang sakitku ini agar siapaun tidak mengetahuinya kecuali keluargakulah yang tahu,karena aku tak ingin melihat kesedihan teman – temanku. Lebih baik kulihat mereka membenciku dibanding harus melihat tangisan mereka karena tahu tentang keadaanku yang sekarat ini.
Meski sakit aku adalah murid yang cukup berprestasi di sekolah-sekolahku dan Shinta sebagai rival terberatku sekaligus orang yang tak pernah akur denganku. Entah karna takdir atau apa aku dan Shinta selalu berada di satu sekolah dan satu ruangan yang sama.
Akhirnya awal masuk SMA pun di mulai hari ini adalah hari pertama masa orientasi siswa baru. Keluarga kami terbiasa bangun pagi untuk bersiap siap berangkat kesekolah dan kekantor. Aku telah selesai mempersiapkan keperluan untuk most sementara Vera masih sibuk mengurus perlengkapan sekolahnya. Ibu juga sedang sibuk menyiapkan sarapan untuk kami semua. Ayah juga sedang memanaskan mobil di teras rumah.
“ anak – anak, ayah sarapannya sudah siap,ayo cepat ke ruang makan untuk sarapan pagi ! ! ! ” kata ibu memanggil kami untuk sarapan.
“ iya,ma tanggung sebentar lagi nih “ujar adikku yang masih membereskan sibuk bersiap – siap
“ iya,ma “ kataku yang sudah duduk di meja makan.
Kami semua duduk di meja makan untuk menghabiskan makanan kami masing – masing sebelum melakukan aktifitas sehari – hari.
“ sebelum makan marilah kita berdoa sebagai rasa syukur kita atas rejeki yang telah Allah SWT berikan di pagi ini. “kata ayahku yang memipin doa bersama sebelum makan.
Setelah selesai makan aku dan Vera di antar ke sekolah kami masing- masing.
“ daaa ma,pa hati – hati di jalan ya !!! “ kata adikku
“ ya,kalian harus belajar yang giat,hormatilah guru,jangan remehkan tugas yang di beri dan jangan lupa pulang tepat waktu!!! “ kata ibuku

Setelah itu aku dan adikku menuju arah yang berbeda karna aku di SMA dan Vera di SMP. Saat sedang melihat – lihat semua murid baru. Betapa terkejutnya aku melihat Shinta ada di SMA yang sama denganku.
“ anak itu lagi,ngapain sih dia satu SMA lagi denganku. Ya Allah mudah – mudahan aku ga satu gugus n satu kelas lagi. “kataku di dalam hati
Setelah upacara penyambutan siswa baru,akhirnya tiba saatnya pembagian nama – nama siswa untuk menempati gugus selama masa ospek.
“ Criest dari SMP 1 BUDI PEKERTI di Gugus Biru !!! Shinta dari SMP Budi Pekerti di Gugus Biru!!! “ kata kepala sekolah SMA 1 MATAHARI
“ oh my god, gu satu gugus lagi sama itu anak. Ga bisa apa hidup gu ga di ganggu ama itu anak. Ga seneng liat gu bahagia ya. Sekali aja gu ga ketemu selama sekolah. Ampun dah. Hari pertama aja dah bikin gu bad mood. “
Setelah pembagian murid pada setiap gugus, semua murid pun bergegas menuju gugus masing – masing. Ternyata saat aku memasuki Gugus Biru para kakak kelas sudah siap menanti di dalam kelas. Kami semua akan di acak duduknya sesuai dengan keinginan mereka.
“ ya ampun kenapa pake di acak sih. Kalau gu dapet satu bangku sama c Shinta gi mana,gawat banget dah ini mah, “ kataku di dalam hati
Setelah perkenalan para kakak kelas yang akan menjadi pengawas di gugus kami yaitu cindy yang berparas manis rambut panjang tinggi 160 an. Andi yang berkulit hitam tinggi 170an.
“ baik perkenalan saya dan kakak – kakak yang lain cukup sampai disini dan selanjutnya akan saya sebutkan urutan kursi dan teman yang akan satu bangku dengan kalian selama masa ospek. “ kata Andy
Betapa kagetnya aku begitu mendengar namaku dan si Shinta sebangku.
“ sialan, tuh kakak kelas ga tahu apa kalau gu ga pernah akur ma si Shinta malah di satuin lagi. “ kataku dalam hati
“ eh kenapa lu ada di sini sih ??? ” kata si Shinta
“ helow ada juga lu tuh yang ngikutin g uterus ke mana gu sekolah di situ lu pasti nongol. Mana sebangku lagi “ kataku
“ siapa juga yang mau sebangku sama lu itu juga karna di urutannya di acak ama mereka bukan mau gu “ kata Shinta
“ kalau ga karna terpaksa mah gu juga males tau ga sebangku sama lu “ kataku
“ udahlah gu males adu bacot sama lu,mending buruan masuk aja daripada dapet bangku yang jelek !!! “ kata Shinta
“ ya udah buruan ga usah ngomong doang “ kataku
Kriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiing bel istirahat ospek berbunyi. Semua murid pun keluar dari gugusnya masing – masing. Tapi aku tak beranjak sedikitpun dari kursiku karna sedari tadi kepalaku pusing karna mulai kontraksi dari sakit yang kuderita. Kupejamkan mataku untuk sejenak dan mengatur napas agar orang – orang di sekitarku tak terlalu curiga. Tiba – tiba ada yang menepuk ku …
“ Criest lu ga mau ke kantin ??? “ kata Shinta
“ tumben lu bae ke gu ??? mimpi apa lu semalem ??? “ kataku
“ sebenernya sih malas juga gu,tapi karna di SMA ini cuma lu sama gu doing yang bisa masuk seleksi, yammau gi mana lagi. “ kata Shinta
“ hha, lu lagi curhat ke gua ya??? “kataku
“ hih siapa juga yang curhat ke lu “ kata Shinta
“ lu kenapa ga mo keluar kelas ??? “ kata Shinta
“ kepala gu lagi pusing. “ kataku
“ lu lagi sakit ya “ kata Shinta sambil menempelkan tangannya ke dahiku
“ tau nih dari pas pembagian puritan dah mulai skit, eh tumble lug bias predation key go biasanya Cuma ngomel – ngomel doing “ kataku
Kriiiiiiiiiiiiiiiiiiiing bel tanda masuk key gugus pun berbunyi. Tak terasa obrolan antara aku dan Shinta dari bel istirahat sampai bel masuk berbunyi lagi. Akhirnya ospek hari ini berakhir go dan Shinta pulang bersama menuju rumah karena rumah kami juga saling berdekatan.
“kayanya hari ini bakal hujan gede dh” kataku
“ah masa secerah ini mo hujan “kata shinta
“iya karna tumble u mo pulang bareng ma go” kataku
“idih emangnya ga boleh yak lo go pulang bareng ma lug” kata shinta
“aneh aja sih sebenernya mah” kataku

Setelah beberapa bulan kegiatan belajar mengajar berlangsung entah mengapa kami berdua jadi akrab tanpa disadari. Saat ada perasaan aneh yang datang pada gu saat bersama Shinta. Apakah ini yang namanya cinta. Antara cinta dan benci yang kurasa. Entahlah,lagipula mana mungkin shinta bisa suka ke gu. Tapi dari semua tingkah dan kelakuannya ke gu itu aneh banget. Walaupun gu ga punya perasaan,tapi gu bisa ngebedain mana yang ngeliat dengan bencinya atau suka sama seseorang. Entah kenapa gu jadi punya perasaan sayang k shinta. Padahal notabene dia itu adalah musuh gu. Hah hanya khayalan gu aja itu mah. Lagian juga kalau shinta tahu keadaan gu yang sekarang dia pasti ngejauhin gu. Jadi daripada gu di jauhin mending gu biarin aja lagian juga TAK SELAMANYA CINTA HARUS MEMILIKI,CINTA YANG SESUNGGUHNYA ADALAH CINTA YANG DITUNJUKAN. Yang penting gi mana caranya gu bisa ngejalanin sisa kehidupan sehari hari gu. Cuma itu yang jadi prioritas gu sekarang karena ga ada lagi yang lain.
Seperti biasa keluarga kami bangun pagi pagi untuk melakukan aktifitas sehari hari kami.setelah semuanya selesai sarapan tiba tiba ada suara yang memanggilku dari depan rumah.
“criestna… criestna… criestna…” kata shinta
“iya,tumben lu pagi pagi dah nyamper gu “ kataku
“emangnya ga boleh ya,yuk berangkat tar telat lagi !!!”kata shinta
Setelah berjalan cukup lama akhirnya kami pun sampai di sekolah,karena hari ini upacara jadi kami bergegas masuk ke kelas untuk persiapan upacara. Saat upacara berlangsung aku berada di samping shinta dan kulihat wajahnya yang pucat.
“ lu sakit apa shinta,kalau sakit mundur aja ke belakang,biar di bawa ke uks ama pmr !!!” kataku
“ gapapa koq gu masih kuat “ kata shinta
Akhirnya upacara pun selesai. Ku ajak shinta ke ruang uks tapi dia malah menolak. Jadi ya mau apa lagi. Kami berdua pun menuju kekelas dan mengikuti kegiatan belajar mengajar. Gu ngeliat shinta sakit begitu jadi kasihan dan mikir ini bocah baru segini aja udh kya begitu gi mana klo jad gu yang sakit separah ini. Bersamaan dengan bel istirahat yang berbunyi kontraksi luar biasa yang memang sering terjadi pada kepala gu pun di mulai. Perjuangan gu buat ngelawan rasa sakit yang ada di kepala ini di mulai. Mana si shinta lagi sakit. Bagaimana ini,yaudalah rasa sakit di kepala gu juga masih bsa di tahan walau pun sakitnya lebih sakit 7x lipatnya di banding sakit kepala biasanya.
“lu mau makan apa shin, tar gu beliin ???” kataku
“ ga usah makasih,gu mo di kelas aja “ kata shinta
“ baguslah gu juga biar bisa istirahat sambil nahan kontraksi yang ada di kepala gu ini yang sengaja gu sembunyiin dari orang lain” kataku dalam hati
Setelah pulang sekolah kami berdua pulang ke rumah masing masing. Tapi pada saat shinta menuju ke rumahnya ternyata kedua orang tuanya sedang tidak ada di rumah dan pintu di kunci. Jadi ku ajak sinta untk istirahat di rumah ku saja. Saat sampai di rumah,ternyata rumahku sama seperti di rumah shinta tapi untungnya aku membawa kunci rumah juga jadi bisa masuk deh.
“ masuk shin ! ! ! maaf ne rumah gu kecil Cuma 4 petak ga segedong rumah u,lu mau tiduran di kamar gu atau di depan tv ? ? ? kalau mau tiduran di kamar gu biar gu tiduran di depan tv “ kataku
“ gapapa koq,gu tiduran di depan tv aja ya,ada bantalnya gede lagi “ kata shinta
“ oh yaudah,nih minum dulu “ kataku
“ makasih “ kata shinta

Karena gu ngerasa ga enak sama shinta kalau gu tiduran di kamar terus dia tiduran di ruang tamu. Jadilah gu ke kamar Cuma ambil bantal terus tiduran juga dah di ruang tamu. Meskipun gu dah pengen tidur banget karena kontraksinya juga belum sembuh juga. Tapi ya mau gi mana lagi. Aku ajak ngobrol shinta yang lagi di depan tv.
“ gapapakan lu tiduran di sini ? ? ?” kataku
“ iya gapapa “ kata shinta
Setelah ngobrol panjang lebar ternyata si shinta ketiduran saat gu ajak ngobrol. Kesel juga tapi mau bagaimana lagi. Kuperhatikan wajahnya si shinta dengan seksama ternyata cantik juga ya. Waduh… apaan yang lagi gu pikirin. Meskipun gu sayang ma shinta tapi gu harus inget keadaan gu yang sekarat ini. Dan aku pun juga ikutan terlelap untuk menghilangkan rasa sakit di kepalaku ini.
Setelah beberapa waktu shinta di diagnosis gejala typus oleh dokter dan parahnya lagi kedua orang tuanya harus pergi ke luar kota untuk kepentingan kerja. Jadi orang tuanya shinta mempercayakan shinta untuk di rawat oleh keluarga selama mereka pergi keluar kota selama seminggu. Jadilah gu yang harus ngerawat ini bocah seminggu penuh selama di sekolah di rumah. Bukan Cuma aku sih tapi sama orang tua juga.
“ yah lu shin gi mana sih dah mau UN juga malah sakit “ kataku
“gu juga ga mau sakit,tapi mau gi mana lagi “ kata shinta
Hari ini aku juga harus ke lab untuk mengambil hasil akhir citiscan dari lab. Sebenernya sih aku tau hasil akhir dari test labnya seperti apa dari kondisiku yang semakin memburuk ini. Karena aku juga sudah mengetahui fase fase yang akan terjadi. Tapi aku harus kuat di depan shinta yang ku sayangi. Yang kutakutkan sekarang adalah apa aku bisa menjalani UAS dan UN yang sebentar lag akan berlangsung. Kalau pun bisa apakah aku akan sampai pada proses pengambilan ijazah. Mugnkinkah hanya orang tuaku lah yang akan mengambilnya sebagai perwakilan dari ku yang akan menghilang dari dunia yang fana ini. Seminggu sudah berlalu akhirnya shinta pun kembali pulih. Ada rasa senang di hati saat melihatnya sembuh dan akupun mampu menjalani UAS dan UN.
Setelah UN selesai kami berdua pulang bersama
“ eh criest gu hari ini mo pergi ke bandung pulangnya besok pagi”kata shinta
“oh mo jalan jalan ya “ kataku
“ iya dong “ kata shinta
“ makasih y criest lu udah ngerawat gu selama gu sakit “ kata shinta
“ biasa aja kali. “ kataku
“ UAS dan UN udah tinggal nunggu pengumuman lagi,lu mo kuliah atau kerja ? ? ? “ kata shinta
“ ga kepikiran tuh sama masa depan gu ” kataku
“iiih aneh “ kata shinta
“biarin gu punya alasannya kenapa gu ga mikiran masa depan gu lagi” kataku
“orang tuh punya cita cita, masa lu ga punya sih ? ? ? “ kata shinta
“gu bukan ga punya tapi ga akan bisa lagi mencapai itu semua karena waktu gu yang terbatas. Dan satu hal lagi selama lu pergi ke bandung jangan pernah lu menyesali sesuatu ya “
Shinta hanya bisa terdiam mendengar kata kataku itu. Yah memang ini hari terakhirku bertemu dengan shinta. Karna besok aku akan pergi ke tempat yang jauh dan tidak semua orang akan pergi ke sana sebelum mati. Sesampainya di rumah tiba tiba semua pandanganku gelap.
“criest… papa… criest pa.. ? ? ? ” kata ibuku
“criest gapapa,mama tenang aja “ kataku
“ ayo pa… kita bawa ke rumah sakit ! ! ! “ kata ibuku
“ mama… papa… criest mo ngomongin sesuatu,kalau criest sayang banget sama shinta. Tolong sampein ini ke shinta ya ma… pa… ! ! !” kataku
“ iya nak pasti papa dan mamamu sampaikan. Kamu ga usah khawatir ya “kata ayahku
“ ayo kita sekarang ke rumah sakit “ kata ayahku
Ternyata sesampainya di rumah sakit nyawa ku tak tertolong lagi. Papa dan Mamaku yang sudah siap menerima semua ini mencoba untuk tetap tegar melihat kematianku ini. Namun apa daya air mata terus mengalir mengiringi kepergianku yang sangat cepat ini. Akhir jalanku telah berhenti dan tak mampu lagi menyusuri waktu yang berjalan. Harapku telah habis di telan waktu. Kehadiranku kini telah lekang oleh waktu yang sangat kejam. Kini ku tak mampu lagi ungkapkan apa yang ku ingin. Karena ku telah ada di dimensi ruang dan waktu yang berbeda. Ku sangat menyanyangimu wahai cinta. Bukan hanya suara tapi bukti yang kuberi.
Besoknya keluarga dari shinta pulang dari jalan jalan ke Bandung. Mereka sangat shock begitu mendengarku pergi begitu mendadak dengan tenangnya. Terutama shinta yang langsung menangis histeris begitu mendengar pesan terakhirku untuknya.
THE END

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s