BAB II EKOLOGI DAN IPTEK

EKOLOGI

Ekologi berasal dari bahasa Yunani, yangterdiri dari dua kata, yaitu oikos yang artinya rumah atau tempat hidup, dan logos yang berarti ilmu. Ekologi adalah ilmu yang mempelajari tentang interaksi antara organisme dengan lingkungannya. Ekologipun tidak pernah lepas dari pembahasan ekosistem dan penyusunnya yaitu faktor biotik dan abiotik. Ekologi berkepentingan dalam menyelidiki interaksi organisme dengan lingkungannya. Pengamatan ini bertujuan untuk menemukan prinsip-prinsip yang terkandung dalam hubungan timbal balik tersebut. Karena didalam suatu “tempat tinggal” tidak hanya hidup satu jenis organisme misalnya gua adalah tempat tinggal kelelawar dan burung wallet, maka dalam ekologi dipelajari pula saling mempengaruhi antar jenis organisme. Disamping itu dikaji pula interaksi antaara unsure penyusun tempat tinggal. Mislanya dikaji macam jenis batuan penyusun gua, cuaca didalam gua, tentang badann air yang ada didalamnya.

Ekologi mempelajari hubungan timbal balik antara organisme dengan tempat tinggalnya, sementara itu organisme dan tempat tinggalnya masing-masing dipelajari dalam berbagai cabang disiplin ilmu. Karena sifatnya yang masih sangat luas, maka ekologi mempunyai beberapa cabang ilmu yang lebih fokus, diantaranya yaitu:
• Ekologi Tingkah Laku
• Ekologi Komunitas dan Sinekologi
• Ekologi Fisiologi
• Ekologi Ekosistem
• Ekologi Evolusi
• Ekologi Global
• Ekologi Manusia
• Ekologi Populasi
• Ekologi Akuatik
• Ekologi Api
• Ekologi Fungsional
• Ekologi Polinasi
• Ekologi Hutan
• Ekologi Laut

DAMPAK IPTEK TERHADAP KEHIDUPAN MANUSIA

Ilmu Pengetahuan dan Teknologi atau yang biasa dikenal dengan nama IPTEK merupakan faktor yang tidak dapat dilepaskan dari kehidupan manusia. Dengan adanya iptek kebutuhan jasmani dan rohani manusia dapat tercukupi dengan baik. Maka dari itu iptek tidak dapat terlepas dari kehidupan manusia. Adapun dampak positif dan dampak negatif dari IPTEK, diantaranya adalah :

1. Dampak Positif
Terdapat beberapa damnpak positif dari iptek , yaitu :

• Memberikan Kemudahan

Seperti yang dapat kita rasakan kini perkembangan dan kemajuan daripada iptek memberikan berbagai kemudahan. Penemuan baru di bidang iptek dapat membantu mempermudah segala aktivitas manusia, terutama dibidang telekomunikasi dan perindustrian.

• Menambah Pengetahuan dan Wawasan

Kini komputer merupakan perangkat yang tidak bisa lepas dari kehidupan manusia. Padahal sebelumnya perangkat ini hanya dapat dimiliki dan dioperasikan oleh orang – orang tertentu saja. Akan tetapi, perkembangan iptek telah mampu membalikkan keadaan. Kini perangkat canggih tersebut dapat dimiliki semua orang dan dapat pula dioperasikan oleh orang dewasa maupun anak dibawah umur. Dengan demikian, perkembangan iptek telah memberikan dampak positif untuk menambah pengetahuan dan wawasan masyarakat.

2. Dampak Negatif

Selain dampak positif, perkembangan iptek juga tidak lepas dari dampak negatif, yaitu :

• Mempengaruhi Pola Pikir
Masyarakat indonesia termasuk kategori yang agresif dan memiliki penasaran yang sangat tinggi. Masyarakat Indonesia pun sangat senang mengetahui hal baru. Dengan adanya berbagai perubahan dan kemudahan media elektronik, seakan masyarakat dimanjakan untuk mengenal hal baru. Dengan perkembangan iptek yang sedemikian rupa ternyata telah mempengaruhi pola pikir masyarakat. Masyarakat berpikirkini semakin mudah mendapatkan berbagai hal ajaib.

• Menghilangkan Budaya Tradisional

Perkembangan iptek memang telah mendukung kemajuan berbagai sarana pembangunan. Namun hal itu secara langsung dapat menggerus budaya tradisional. Contohnya, kegiatan perdagangan yang dahulu terjadi di pasar tradisional kini berpindah ke pasar modern. Seperti itulah dampak daripada IPTEK terhadap perkembangan manusia, tidak hanya dampak positif saja yang diterima dampak negatif pun ternyata juga diterima oleh masyarakat kita.

Sumber : http://galluhputri.blogspot.com/2012/06/normal-0-false-false-false-in-x-none-x.html

JENIS – JENIS KEGIATAN PEMBANGUNAN YANG DAPAT MENIMBULKAN PENCEMARAN

• Kegiatan Industry, adalah kegiatan yang paling banyak membentuk limbah dan dibuang kelingkungan, seperti industry kimia yang menghasilkan zat – zat buangan yang berbahaya dan beracun (B3).
• Kegiatan Pertambangan, berupa terjadinya perusakan instalasi, kebocoran, pencemaran udara dan rusaknya lahan bekas pertambangan.
• Kegiatan Transportasi, kegiatan yang berupa kepulan asap yang menaiknya suhu udara dikota,kebisingan mesin kendaraan bermotor, dan tumpahan BBM dari kapal tangker dilaut.
• Kegiatan Pertanian, akibat dari residu pemakaian zat – zat kimia (Herbisida, Insektisida, Pestisida, Fungisida dan pupuk organik).

UPAYA PENCEGAHAN KERUSAKAN LINGKUNGAN

• Diadakannya Konferensi PBB tentang Lingkungan Hidup Manusia tanggal 5 – 6 Juni 1972 dan menghasilkan :

– Deklarasi Tentang Lingkungan Hidup Manusia, terdiri dari Preambule dan 26 azas yang lazim disebut dengan Stockholm Declaration.
– Rencana Aksi Lingkungan Hidup Manusia (Action Plan) terdiri dari 109 Rekomendasi termasuk 18 rekomendasi tentang perencanaan pengelolaan pemukiman manusia.

• Deklarsi Rio de Janeiro 3 – 14 Juni 1992 yaitu menghasilkan :

– 27 prinsip fundamental tentang lingkungan dan pembangunan.
– Prinsip – prinsip kehutanan yang merupakan consensus Internasional terdiri atas 26 Pasal yang mencakup aspek pengelolaan, aspek konservasi, aspek pemanfaatan dan pengembangan.

STRATEGI YANG DIGUNAKAN OLEH WCED DALAM MNDEKATI PERMASALAHAN LINGKUNGAN DAN PEMBANGUNAN

1. Keterkaitan (interdepency), permasalah tentang lingkungan dan pembangunan tidak lagi mengenal batas – batas wilayah Negara, karena permasalahan tersebut saling keterkaitan oleh karena itu penyelesaiannya perlu dilakukan dengan pendekatan lintas sektoraldan antar Negara.

2. Berkelanjutan (suistainability), pengembangan berbagai sector seperti pertanian, kehutanan, industri energy, perikanan, investasi, perdagangan, bantuan ekonomi memerlukan bantuan sumber daya alam yang harus dilestarikan kemampuannya untuk menunjang proses pembangunan secara berkelanjutan. Untuk itu perlu dikembangkan kebijakan pembangunan yang berwawasan lingkungan.

3. Pemerataan (Eguaity),desakan kemiskinan dapat mengakibatkan ekploitasi sumber daya alam secara berlebihan sehingga perlu diikhtiarkan kesempatan secara merata untuk memperoleh Sumber Daya Alam bagi pemenuhan kebutuhan pokok seperti tanah, air, udara, dll.

4. Security dan Resiko Lingkungan, Perlombaan persenjataan dapat menimbulkan kerusakan lingkungan. Begitu pula cara – cara pembangunan tanpa memperhitungkan dampak negative terhadap lingkungan dapat memperbesar resiko terhadap lingkungan.

5. Penduduk dan Komunikasi, penduduk dan komunikasi sangat perlu ditingkatkan diberbagai tingkatan dan lapisan masyarakat.

6. Kerjasama Internasional, pola kerjasama internasional dipengaruhi oleh perkembangan sektoral, sedangkan pertimbangan lingkungan kurang begitu diperhatikan dan diperhitungkan. Karena itu perlu dikerjasama yang lebih mampu menanggapi pembangunan berwawasan lingkungan.

CONTOH KASUS EKOLOGI dan ANALISISNYA

Serangan Balik Ekologi

Oleh : Eva KS Tim Relawan untuk Sosialisasi KWPLH

Keseluruhan peristiwa dimulai saat WHO (World Health Organization) menyemprot sebuah desa di Borneo dengan DDT dalam usaha untuk menghilangkan malaria. Penyemprotan ini berhasil membunuh nyamuk akan tetapi jumlah kecoak meningkat, tidak hanya itu, kecoak-kecoak ini memiliki kekebalan akibat konsentrasi racun dari DDT yang terdapat pada tubuhnya.

Kadal-kadal kemudian memakan kecoak-kecoak, kadal-kadal yang memakan kecoak ber-DDT lalu dimakan kucing-kucing yang terdapat di desa. Keduanya, kucing dan kadal kemudian mati akibat keracunan DDT. Penyakit menyebabkan populasi tikus tumbuh lebih subur dari kondisi normal dan ulat-ulat menggerogoti atap rumah penduduk, mengancam kehancuran desa itu.

Berita ini dimuat ole The Arguss Press 8 Mei 1973 dengan judul Ecology Backlash Endangered Borneo (Serangan Balik Ekologi Membahayakan Borneo). Sebuah kutipan narasumber dari artikel yang sama, Jonathan Waage dari Brown University, menyatakan bahwa “Apa yang terjadi di Borneo adalah contoh lain bagaimana manusia berusaha untuk mengontrol alam, bukannya menjadi sebuah solusi akan tetapi justru menjadi sebuah bencana.”

Kejadian tersebut merupakan salah satu contoh kasus yang disebut sebagai ecological backlash atau serangan balik ekologi. Serangan balik ekologi atau juga disebut bumerang ekologi seringkali dikaitkan dengan kegagalan dari taktik manajemen hama, bagaimana sebuah respons balik oleh faktor biotik lainnya timbul karena kegagalan dari keefektifan manajemen hama. Saat kita berusaha melenyapkan spesies hama tertentu, kita benar-benar melenyapkan tanpa berpikir spesies-spesies lain yang tergantung akan keberadaan spesies tersebut.

Spesies-spesies lainnya bisa mengalami lonjakan atau bahkan mengalami kepunahan. Akan tetapi, serangan balik ekologi memiliki cakupan yang lebih luas karena definisi serangan balik ekologi itu sendiri adalah kejadian yang tidak diharapkan dan merusak sebagai konsekuensi dari modifikasi lingkungan, modifikasi skema dari lingkungan yang mulanya dianggap membawa banyak keuntungan. Segala kegiatan atau aktivitas yang dilakukan, merubah skema lingkungan tanpa pikir panjang bisa dipastikan akan mendapat respons balik dari alam berupa serangan balik ekologi atau bumerang ekologi. Hanya masalah waktu, cepat atau lambat serangan balik itu akan terjadi.

Kejadian pelenyapan nyamuk dengan menggunakan DDT yang malah mengakibatkan bencana telah terjadi hampir 40 tahun lalu, akan tetapi kejadian yang sama sepertinya tidak pernah berhenti berulang. Tidak hanya itu, kita juga semakin sering disuguhkan berita mengenai berbagai kerusakan alam yang terjadi di Indonesia, penggunaan pestisida tanpa takaran yang benar, kegiatan eksploitasi tak bertanggung jawab dan tanpa pikir panjang, pemusnahan spesies tertentu yang dianggap tidak berguna, pembantaian satwa-satwa liar yang dianggap mengganggu, dan masih banyak lagi.

Aktivitas-aktivitas ini menyebabkan destabilisasi ekologi. Banyak ahli yang telah memperingatkan pentingnya menjaga ketahanan ekologi dan bahaya dari destabilisasi ekologi. Para ahli bahkan mengatakan bahwa baik secara sipil maupun militer, kita tidak siap menghadapi destabilisasi ekologi. Kerusakan hutan di Kalimantan terus terjadi, pembabatan, penghilangan habitat satwa, dan pemusnahan satwa yang tak kunjung berhenti.

Sikap acuh tak acuh kita bisa jadi menunjukkan bahwa kita siap menghadapi destabilisasi ekologi. Sikap acuh tak acuh kita terhadap masalah alam, gangguan terhadap skema alami lingkungan seperti sikap menantang terjadinya serangan balik ekologi. Tapi, benarkah kita siap? Cukup bernyalikah kita menunggu datangnya bumerang ekologi untuk menunjukkan bahwa kita memang benar-benar siap menghadapinya?

Sumber : http://www.kaltimpost.co.id/berita/detail/3857/serangan-balik-ekologi.html

ANALISISNYA :

Sebenarnya ekologi berdampak baik bagi kehidupan manusia karnan sangat membantu dalam mengembangkan teknologi yang ada ataupun yang belum ada namun jika berlebihan akan berdampak negative bagi kehidupan baik untuk manusia, hewan dan tumbuhan. Begitu juga dengan kemajuan teknologi ada yang berdampak positif dan negative. Untuk yang berdampak positif yaitu sangat membantu dan mempermudah kita dalam memproses ataupun melakukan semua hal yang bisa dilakukan oleh kecanggihan teknologi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s