KIMIA DAN FISIKA

BAB I

Kimia dan Fisika

Pengertian Sifat Materi, Perubahan Materi dan Klasifikasi Materi

A. MATERI

Pengertian materi

Materi disebut juga zat adalah sesuatu yang memiliki massa, volume dan sifat-sifat.

Wujud materi

Menurut wujudnya materi dikelompokkan menjadi tiga yaitu : padat, cair dan gas. Materi yang tergolong dalam wujud gas, misalnya : udara, gas bumi, gas elpiji, uap air, gas kapur, kapur barus. Materi dalam wujud cair misalnya : air, minyak goreng, alkohol, bensin, solar, larutan gula, air laut. Materi dalam wujud padat misalnya : baja, batu dan kapur.

Sifat Materi

Jenis materi dikenal berdasarkan sifat-sifatnya dan dibedakan menjadi dua macam, yaitu sifat kimia dan sifat fisika
1. Sifat Fisika

Yaitu sifat materi yang berkaitan dengan peristiwa fisika. Misalnya : massa jenis, titik didih, titik lebur, kalor lebur, rasa, warna, dan bau. Sifat yang tidak mengubah sifat kimia suatu materi. Karakteristik fisika bau, kekerasan, titik didih, wujud materi.
Contohnya :
• Hidrogen sulfide yaitu suatu zat yang tidak dapat dilihat, karena tidak dapat dilihat tetapi dikenal dengan baunya.
• Air massa jenisnya 1 gram siap dan titik didihnya 100oC.
• Besi melebur pada 1500oC

Contoh Sifat Fisika
Suhu. contohnya Air untuk mandi 40̊ C
Massa. contohnya 5 gram Nikel
Warna. conothnya Belerang kuning
Bau. contohnya H2S busuk

Titik didih Air pada 100̊ C

Kelarutan NaCl larut dalam air
Berat jenis Air 1 gram/ml
Kekerasan Intan sangat keras
Kelistrikkan Besi menghantar listrik

2. Sifat Kimia
Sifat yang mengubah sifat kimia suatu materi. Menerangkan bagaimana suatu materi bereaksi dengan materi yang lain membentuk suatu materi baru.Sifat kimia adalah sifat suatu materi yang berkaitan dengan peristiwa kimia yang meliputi :

Keterbakaran : Tingkat kemudahan suatu materi dapat terbakar misalnya :
• Asbes, besi, aluminium, air tidak bisa terbakar.
• Minyak lebih mudah terbakar dari pada kayu.

Kereaktipan : Mudah atau tidaknya suatu materi bereaksi misalnya tingkat keterbakaran, inisasi, peruraian dan pembentukan. Misalnya :
• Zat-zat yang dapat terionisasi soda abu (kostik soda), asam sulfat, asam clorida, garam dapur, kalium sulfat.
• Zat-zat yang dapat terurai.
• Batu kapur dipanasi terurai menjadi kapur tohor(kapur sirih dan gas karbon dioksida).
• Mercuri oksida dipanasi menjadi logam mercuri dan gas oksigen.

Ciri-ciri yang mengindikasikan adanya perubahan kimia :
• Perubahan warna
• Perubahan bau
• Pembentukan gas
• Timbulnya cahaya
• Pembentukan endapan baru
• Perubahan pH.

Substansi –> Sifat Materi
Besi (Fe) –> Korosi  Fe2O3
Karbon (C) –> Terbakar  CO2
Natrium –> Dengan air  NaOH + H2
TNT –> Meledak (terurai)  Gas

Contoh :

Gula adalah senyawa yang mudah terurai (dekomposisi) dengan pemanasan menjadi senyawa yang lebih sederhana, misalnya karbon hitam (arang), yang tidak dapat terurai lagi baik secara fisika maupun kimia, tetapi dapat berubah struktur dan sifatnya menjadi grafit dan intan.

3. Perubahan Materi

Materi dapat mengalami perubahan jika dipengaruhi oleh energi kalor, listrik atau kimia perubahan materi dibedakan dalam dua macam yaitu perubahan fisika dan perubahan kimia.

Perubahan fisika

Suatu materi mengalami perubahan fisika, jika jenisnya tidak berubah, meskipun sifat-sifat fisikanya mengalami perubahan. Misalnya : Es jika dipanasi berubah air selanjutnya menjadi uap.Dalam peristiwa ini terjadi perubahan wujud, yaitu pada menjadi cair akhirnya menjadi, tetapi jenis zat tetap yaitu air.

Perubahan Kimia

Suatu materi mengalami perubahan kimia jika jenis zat berubah. Perubahan kimia disebut juga reaksi kimia atau reaksi. Misalnya :

• Batu kapur jika dipanasi menjadi kapur sohor dan karbon dioksida. Batu kapur, kapur sohor dan karbon dioksida tiga zat yang berbeda. Pada peristiwa ini zat sebelum dan sesudah reaksi jenisnya berbeda

• Kertas dibakar, zat yang terjadi sesudah pembakaran, abu, asap disertai energi kalor dan cahaya. Zat sebelum dibakar kertas, zat setelah dibakar abu dan asap yang berbeda jenisnya dengan zat sebelum dibakar yaitu kertas.
Klasifikasi materi
Zat-zat yang kita temukan di alam semesta ini hanya ada dua kemungkinan, yaitu adalah zat tunggal dan campuran.

• Zat Tunggal

Zat tunggal adalah materi yang memiliki susunan partikel yang tidak mudah dirubah dan memilik komposisi yang tetap. Zat tunggal dapat diklasifikasikan sebagai unsur dan senyawa. Zat tunggal berupa unsur didefinisikan sebagai zat yang tidak dapat diuraikan menjadi zat lain yang lebih sederhana. Unsur besi tidak bisa diuraikan menjadi zat lain, jika ukuran besi ini diperkecil, maka suatu saat akan didapatkan bagian terkecil yang tidak dapat dibagi lagi dan disebut dengan atom besi.

Unsur di alam dapat dibagi menjadi dua bagian besar yaitu unsur logam dan bukan logam (bukan logam). Unsur logam umumnya berbentuk padat kecuali unsur air raksa atau mercury (Hg), menghantarkan arus listrik dan panas. Logam permukaannya mengkilat dapat ditempa menjadi plat ataupun kawat. Saat ini kita lebih mengenal dengan nama aliasnya, seperti unsur Ferum dengan lambang Fe yang kita kenal dengan Besi. Aurum dengan lambang Au adalah unsur Emas, dan Argentum (Ag) untuk unsur Perak. Unsur bukan logam memilki sifat yang berbeda seperti; tidak dapat menghantarkan arus listrik, panas dan bersifat sebagai isolator. Permukaan atau penampang unsurnya tidak mengkilat kecuali unsur Karbon. Wujud unsur ini berupa gas, sehingga tidak dapat ditempa. Secara umum unsur bukan logam juga sudah kita kenal, seperti Oksigen dengan lambang O, Nitrogen dengan lambang N, dan unsur Sulfur dengan lambng S, dalam istilah kita adalah Belerang.

Zat tunggal berupa senyawa didefinisikan sebagai zat yang dibentuk dari berbagai jenis unsur yang saling terikat secara kimia dan memiliki komposisi yang tetap. Senyawa terdiri dari beberapa unsur, maka senyawa dapat diuraikan menjadi unsur-unsurnya dengan proses tertentu. Contoh senyawa yang paling mudah kita kenal adalah air. Senyawa air diberi lambang H2O. Senyawa air terbentuk oleh dua jenis unsur yaitu unsur Hidrogen (H) dan unsur Oksigen (O), dengan komposisi 2 unsur H dan satu unsur O. Gambar 1.11 menjelaskan perbedaan unsur dan senyawa.

Di alam senyawa dapat dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu senyawa Organik dan senyawa Anorganik, pengelompokkan didasari pada unsur-unsur pembentuknya. Senyawa Organik didefinisikan sebagai senyawa yang dibangun oleh unsur karbon sebagai kerangka utamanya. Senyawa-senyawa ini umumnya berasal dari makhluk hidup atau yang terbentuk oleh makhluk hidup (organisme). Senyawa ini mudah kita jumpai seperti ureum atau ure terdapat pada air seni (urin). Gula pasir atau sakarosa yang banyak terdapat didalam tebu dan alkohol merupakan hasil fermentasi dari lautan gula. Senyawa Anorganik adalah senyawa-senyawa yang tidak disusun dari atom karbon, umumnya senyawa ini ditemukan di alam, beberapa contoh senyawa ini seperti garam dapur (Natrium klorida) dengan lambang NaCl, alumunium hdroksida yang dijumpai pada obat maagh, memiliki lambang Al(OH)3. Demikian juga dengan gas yang terlibat dalam proses respirasi yaitu gas oksigen dengan lambang O 2 dan gas karbon dioksida dengan lambang CO2. Asam juga merupakan salah satu senyawa anorganik yang mudah kita kenal misalnya asam nitrat (HNO3), asam klorida (HCl) dan lainnya.

• Campuran

Campuran adalah materi yang disusun oleh beberapa zat tunggal baik berupa unsur atau senyawa dengan komposisi yang tidak tetap. Dalam campuran sifat dari materi penyusunnya tidak berubah. Contoh sederhana dari campuran dapat kita jumpai di dapur misalnya saus tomat. Campuran ini mengandung karbohidrat, protein, vitamin C dan masih banyak zat zat lainnya. Sifat karbohidrat, protein dan vitamin C tidak berubah. Campuran dapat kita bagi menjadi dua jenis, yaitu campuran homogen dan campuran heterogen. Campuran homogen adalah campuran serba sama yang materi-materi penyusunnya berinteraksi, namun tidak membentuk zat baru. Untuk lebih jelasnya kita perhatikan contohnya larutan gula dalam sebuah gelas Larutan ini merupakan campuran air dengan gula, jika kita coba rasakan, maka rasa larutan diseluruh bagian gelas adalah sama manisnya, baik yang dipermukaan ditengah maupun dibagian bawah. Campuran homogen yang memiliki pelarut air sering disebut juga dengan larutan. Campuran homogen dapat pula berbentuk sebagai campuran antara logam dengan logam, seperti emas 23 karat merupakan campuran antara logam emas dan perak. Kedua logam tersebut memadu sehingga tidak tampak lagi bagian emas atau bagian peraknya. Campuran logam lain seperti perunggu, alloy, amalgam dan lain sebagainya.

Campuran heterogen adalah campuran serbaneka, dimana materi-materi penyusunnya tidak berinteraksi, sehingga kita dapat mengamati dengan jelas dari materi penyusun campuran tersebut. Campuran heterogen tidak memerlukan komposisi yang tetap seperti halnya senyawa, jika kita mencampurkan dua materi atau lebih maka akan terjadi campuran. Contoh yang paling mudah kita amati dan kita lakukan adalah mencampur minyak dengan air, kita dapat menentukan bagian minyak dan bagian air dengan indera mata kita. Perhatikan pula susu campuran yang kompleks, terdiri dari berbagai macam zat seperti protein, karbohidrat, lemak, vitamin C dan E dan mineral

• Unsur dan Sistem Periodik Unsur

Unsur adalah zat murni yang dapat diuraikan lagi menjadi zat lain yang lebih sederhana dengan reaksi kimia biasa. Penulisan lambang unsur mengikuti aturan sebagai berikut:
1. Lambang unsur diambil dari singkatan nama unsur. Beberapa lambang unsur berasal dari bahasa Latin atau Yunani nama unsur tersebut. Misalnya Fe dari kata ferrum (bahasa latin) sebagai lambang unsur besi.
2. Lambang unsur ditulis dengan satu huruf kapital.
3. Untuk Unsur yang dilambangkan dengan lebih dengan satu huruf, huruf pertama lambang ditulis dengan huruf kapital dan huruf kedua/ketiga ditulis dengan huruf kecil.
4. Unsur-unsur yang memiliki nama dengan huruf pertama sama maka huruf pertama lambang unsur diambil dari huruf pertama nama unsur dan huruf kedua diambil dari huruf lain yang terdapat pada nama unsur tersebut. Misalnya, Ra untuk radium dan Rn untuk radon.

Pada suhu kamar (25 C) unsur dapat berwujud Padat, Cair,dan Gas, secara umum unsur terbagi menjadi dua kelompok yaitu:

• Unsur Logam: umumnya unsur logam diberi nama akhiran ium. Umumnya logam ini memiliki titik didih tinggi, mengilap, dapat dibengkokan , dan dapt menghantarkan panas atau arus listrik.
• Unsur Non Logam: umumnya memiliki titik didih rendah, tidak mengkilap,kadang-kadang rapuh tak dapat dibengkokkan dan sukar menghantarkan panas atau arus listrik.

Senyawa adalah zat yang terbentuk dari penggabungan unsur-unsur dengan pembagian tertentu. Senyawa dihasilkan dari reaksi kimia antara dua unsur atau lebih melalui reaksi pembentukan. Misalnya, karat besi (hematit) berupa Fe2O3 dihasilkan oleh reaksi besi (Fe) dengan oksigen (O). Senyawa dapat diuraikan menjadi unsur-unsur pembentuknya melalui reaksi penguraian. Senyawa mempunyai sifat yang berbeda dengan unsur-unsur pembentuknya. Senyawa hanya dapt diuraikan menjadi unsur-unsur pembentuknya melalui reaksi kimia. Pada kondisi yang sama, senyawa dapat memiliki wujud berbeda dengan unsur-unsur pembentuknya. Sifat fisika dan kimia senyawa berbeda dengan unsur-unsur pembentuknya. Misalnya reaksi antara gas hidrogen dan gas oksigen membentuk senyawa air yang berwujud cair.

Campuran adalah gabungan dari dua zat atau lebih yang hasil penggabungan nya masih mempunyai sifat yang sama dengan zat aslinya. Misalnya, campuran antara air dan gula menghasilkan cairan yang berasa manis. Campuran dapat berupa gabungan unsur, senyawa, atau keduanya. Campuran Homogen memiliki komposisi maupun wujud yang seragam. Misalnya air gula dan santan. Sebaliknya campuran heterogen memiliki komposisi yang tidak seragam. Misalnya, campuran antara air dan pasir. Campuran dapat dipisahikan menjadi zat-zat penyusun berdasarkan perbedaan sifat zat-zat penyusunnya, misalnya dengan penyaringan.

Penulisan unsur dipermudah dengan adanya lambang unsur. Bagaimana mempermudah penulisan susunan senyawa? Caranya dengan menggunakan rumus kimia, yaitu gabungan lambang unsur sesuai unsur yang menyusun senyawa. Misalnya, lambang unsur natrium adalah Na dan lambang unsur klorin adalah Cl. Jika natrium direaksikan dengan klorin akan menghasilkan senyawa natrium klorida dengan rumus kimia NaCl. Nama umum NaCl ialah garam dapur. Sistem periodik unsur modern disusun berdasarkan kenaikan nomor atom dan kemiripan sifat. Lajur horizontal, yang selanjutnya disebut periode, disusun menurut kenaikan nomor atom, sedangkan lajur vertikal, yang selanjutnya disebut golongan, disusun menurut kemiripan sifat.

Unsur segolongan bukannya mempunyai sifat yang sama, melainkan mempunyai kemiripan sifat. Setiap unsur memiliki sifat khas yang membedakannya dari unsur lainnya. Unsur-unsur dalam sistem periodik dibagi menjadi dua bagian besar, yaitu unsur-unsur yang menempati golongan A yang disebut unsur golongan utama, dan unsur-unsur yang menempati golongan B yang disebut unsur transisi (James E. Brady, 1990).

Sistem periodik unsur modern yang disebut juga sistem periodik bentuk panjang, terdiri atas 7 periode dan 8 golongan. Periode 1, 2, dan 3 disebut periode pendek karena berisi sedikit unsur, sedangkan periode lainnya disebut periode panjang. Golongan terbagi atas golongan A dan golongan B. Unsur-unsur golongan A disebut golongan utama, sedangkan golongan B disebut golongan transisi. Golongan-golongan B terletak antara golongan IIA dan IIIA. Golongan B mulai terdapat pada periode 4. Dalam sistem periodik unsur yang terbaru, golongan ditandai dengan golongan 1 sampai dengan golongan 18 secara berurutan dari kiri ke kanan. Dengan cara ini, maka unsur transisi terletak pada golongan 3 sampai dengan golongan 12.

Periode

Sistem periodik unsur modern mempunyai 7 periode. Unsur-unsur yang mempunyai jumlah kulit yang sama pada konfigurasi elektronnya, terletak pada periode yang sama.
Nomor Periode = Jumlah Kulit

Golongan

Sistem periodik unsur modern mempunyai 8 golongan utama (A). Unsur-unsur pada sistem periodik modern yang mempunyai electron valensi (elektron kulit terluar) sama pada konfigurasi elektronnya, maka unsur-unsur tersebut terletak pada golongan yang sama (golongan
utama/A).
Nomor Golongan = Jumlah Elektron Valensi

ENERGI

PENGERTIAN ENERGI DAN BENTUK ENERGI

Energi adalah kemampuan untuk melakukan kerja (usaha). Satuan energi menurut Satuan Internasional (SI) adalah joule, satuan energi yang lain: erg, kalori, dan kWh. Satuan kWh biasa digunakan untuk menyatakan energi listrik, dan kalori biasanya untuk energi kimia.

Konversi satuan energi :
1 kalori = 4,2 joule
1 joule = 0,24 kalori
1 joule = 1 watt sekon
1 kWh = 3.600.000 joule

Bentuk – bentuk energi antara lain :
• Energi kimia adalah energi yang terkandung dalam zat, misal makanan, bahan bakar atau aki.
• Energi listrik, berasal dari arus listrik.
• Energi cahaya merupakan gelombang elektromagnetik, misal yang dipancarkan dari matahari atau lampu pijar.
• Energi bunyi dihasilkan oleh benda yang bergetar, misal gitar yang dipetik atau bel listrik.
• Energi nuklir berasal dari reaksi pembelahan atom (reaksi fisi) atau penggabungan atom (reaksifusi).
• Energi mekanik dimiliki benda karena sifat geraknya, misal air terjun.

Hukum Kekekalan Energi “Energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan, tetapi hanya dapat diubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain”

ENERGI MEKANIK

Energi mekanik adalah energi yang dimiliki suatu benda karena sifat geraknya. Energi mekanik terdiri dari energi potensial dan energi kinetik. Secara matematis dapat dituliuskan :
Em = Ep + Ek
dimana : Em = Energi Mekanik

ENERGI POTENSIAL

Energi potensial adalah energi yang dimiliki benda karena posisinya (kedudukan) terhadap suatu acuan. Sebagai contoh sebuah batu yang kita angkat pada ketinggian tertentu memiliki energi potensial, jika batu kita lepas maka batu akan melakukan kerja yaitu bergerak ke bawah atau jatuh. Jika massa batu lebih besar maka energi yang dimiliki juga lebih besar, batu yang memiliki energi potensial ini karena gaya gravitasi bumi, energi ini disebut energi potensial bumi. Energi potensial bumi tergantung pada massa benda, gravitasi bumi dan ketinggian benda. Sehingga dapat dirumuskan:
Ep = m.g.h
dimana :
Ep = Energi potensial
m = massa benda
g = gaya gravitasi
h = tinggi benda

ENERGI KINETIK

Energi kinetik adalah energi yang dimiliki benda karena geraknya. Makin besar kecepatan benda bergerak makin besar energi kinetiknya dan semakin besar massa benda yang bergerak makin besar pula energi kinetik yang dimilikinya. Secara matematis dapat dirumuskan:
Ek = 1/2 ( m.v2 )
dimana :
Ek = Energi kinetic
M = massa benda
V = kecepatan benda
http://rizkacil.wordpress.com/2012/06/02/kimia-dan-fisika/

CONTOH KASUS FISIKA KIMIA dan ANALISISNYA

TEKNIK STERILISASI ALAT – ALAT KEDOKTERAN

Sterilisasi adalah suatu cara atau tindakan atau proses yang dilakukan secara fisika atau kimia dengan tujuan untuk menghilangkan atau membunuh atau menghancurkan semua mikroorganisme, sehingga tercapai tingkat sterilitas yang sesuai dengan tingkat sterilisasi. Sedangkan untuk steril sendiri adalah suatu kondisi bebas atau probabilitas keadaan bebas dari mikroorganisme. Sterilisasi adalah suatu proses mematikan semua bentuk kehidupan mikroorganisme yang ada dalam sample atau contoh, peralatan – peralatan atau lingkungan tertentu. Dalam bidang bakteriologi, kata sterilisasi sering dipakai untuk menggambarkan langkah yang diambil agar mencapai tujuan meniadakan atau mematikan semua bentuk kehidupan mikroorganisme.

Sumber : http://www.doktergaul.com/tentang/contoh-kasus-peran-fisika-pada-keperawatan.html

ANALISISNYA :

Jadi, menurut saya didalam bidang kedokteran sangat membutuhkan tingkat sterilisasi dan higienitas tingkat tinggi. Karena kebersihan peralatan kedokteran pada suatu instansi pelayanan kesehatan merupakan suatu keharusan yang sangat diprioritaskan bagi setiap dokter yang akan melayani masyarakat – masyarakat. Jika tidak akan sangat berbahaya bagi para pasien yang ditangani oleh dokter dan alat – alat kedokterannya. Dan juga mencegah terjadinya infeksi atau penularan bakteri dari satu pasien ke pasien yang sehat lainnya atau kuman – kuman yang tertinggal dari penggunaan alat kedokteran sebelumnya.

CONTOH KASUS ENERGI DAN ANALISISNYA

DKP Beri Contoh Energi Alternatif, listrik tenaga surya & reaktor biogas

Sedikitnya 3.831 perangkat listrik tenaga surya dan 800 reaktor biogas, yang dikembangkan Departemen Kelautan dan Perikanan dan telah dimanfaatkan di sejumlah daerah terpencil di 15 provinsi, telah menolong jutaan warga pedesaan dari tekanan ekonomi akibat mahalnya harga BBM saat ini. Karena itu, pemanfaatan energi alternatif listrik tenaga surya (LTS) dan biogas kotoran sapi merupakan alternatif jitu, terutama bagi warga di daerah yang sulit dijangkau, seperti pulau-pulau terpencil, di mana kenaikan harga BBM tidak bisa dikontrol karena mahalnya transportasi.
Alex RW Retraubun, Direktur Pemberdayaan Pulau-pulau Kecil Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP), memaparkan contoh program pengembangan energi alternatif yang sangat membantu penduduk miskin dari daerah terpencil itu, Selasa (13/5) di Kantor Harian Kompas, didampingi David Manariur, Direktur Utama PT Mulya Tiara Nusa, rekanan usaha DKP.

Alex menjelaskan, sekaranglah saatnya pemerintah mengembangkan energi alternatif LTS dan biogas, yang justru mempunyai nilai sangat ekonomis untuk daerah-daerah terpencil. ”Data dan pengalaman DKP ini merupakan fakta yang harus mendorong pemerintah menyiapkan policy khusus yang menjadi kebutuhan mendesak sekarang,” kata Alex.

Dengan jumlah pulau 17.504 dan 92 di antaranya pulau-pulau terluar/terpencil, selama ini pemerintah kita belum menganggap masalah pulau terpencil (single island) sebagai masalah serius. Padahal, pulau jenis ini biasanya tak memiliki hutan, tidak berlahan pertanian, dan sering tidak memiliki sumber air tawar. ”Masyarakat yang tidak punya income tetap seperti ini rentan terhadap kenaikan bahan kebutuhan pokok, termasuk energi,” kata penulis buku Profil Pulau-pulau Kecil Terluar di Indonesia itu.

”Solar home system”

Ia melukiskan, dua hari lalu, Senin, di Kecamatan Nanusa, Kepulauan Talaud, harga BBM sudah meroket. Harga solar menjadi Rp 8.700 per liter, bensin Rp 15.000 per liter, dan minyak tanah Rp 9.000 per liter. Namun, karena teknologi LTS solar home system (SHS) sudah diterapkan untuk 700 rumah/KK di Kepulauan Talaud dan Sangihe, masyarakat jadi sangat tertolong. LTS SHS maksudnya, instalasi satu alat untuk satu rumah.

Hal serupa ”menyelamatkan” masyarakat terpencil Pulau Tagalaya dan Pulau Meti, Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, yang memperoleh bantuan LTS SHS dan merupakan proyek percontohan awal DKP tahun 2003. Alat seharga Rp 5 juta per unit ini mudah dirawat, bisa digunakan 15 tahun, serta berdaya listrik untuk 3 bola lampu dan sebuah kulkas.

Sejak 2007, 800 reaktor biogas kotoran sapi telah dikembangkan di daerah peternakan sapi Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep, untuk listrik dan kebutuhan memasak. ”Sayang, program ini tidak diambil alih pemerintah. Pemerintah kurang responsif.

Sumber : http://www.forplid.net/artikel/75-dkp-beri-contoh-energi-alternatif-listrik-tenaga-surya-a-reaktor-biogas-.html

ANALISISNYA :
Energy yang ada didunia ini terdiri dari bermacam – macam jenisnya. Akan tetapi ada beberapa energy yang tidak bisa didaur ulang kembali. Oleh karena itu banyak para ilmuwan yang meneliti energy yang bisa diaur ulang atau yang awalnya tidak bermanfaat seperti kotoran sapi menjadi bermanfaat bagi keperluan rumah tangga sebagai pengganti minyak tanah,gas alam dan pembangkit listrik. Namun penemuan – penemuan ini tidak didukung oleh pemerintah, padahal inovasi baru ini sangat membantu dan menguntungkan kita. Karena sumber daya alam berupa energy didunia ini terbatas namun pemakaiannya sendiri tidak pernah ada batasan yang pasti.

3 thoughts on “KIMIA DAN FISIKA

  1. Pingback: Matematika dan Ilmu Alamiah Dasar 2 | uchulcul

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s