TUGAS MINGGU KE – 1

MANAJEMEN

1. PENGERTIAN MANAJEMEN

Definisi manajemen menurut Profesor Oei Liang Lee adalah sebagai berikut:
Manajemen adalah ilmu dan seni merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan, mengkoordinasikan serta mengawasi tenaga manusia dengan bantuan alar – alar untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Manajemen merupakan sarana untuk mencapai tujuan organisasi dengan memanfaatkan alat yang tersedia semaksimum mungkin. Akan tetapi perlu diperhatikan bahwa dalam mencapai tujuan perusahaan harus memperhatikan secara optimal terhadap kepentingan – kepentingan yang menyangkut kepentingan konsumen, penanam modal, anggota perusahaan (karyawan), pemerintah, masyarakat dan supplier.

Manajemen merupakan kegiatan pokok yang dilakukan seorang pimpinan karena dia menjabat sebagai manajer untuk mengolah input menjadi output melalaui proses manajemen.

proses mnajemenDengan melihat gambaran proses input menjadi output, terlihat bahwa proses manajemen (kegiatan pengelolaan) merupakan tugas seorang manajer. Jadi manajer melaksanakan kegiatan Planning, Organizing, Leading dan Controlling melalui peranan yang harus dilakukan antar pribadi (hubungan interpersonal) yang sangat membantu melaksanakan tugas pekerjaan, pemberian infotmasi kepada pihak yang berkepentingan dengan pekerjaannya terutama informasi mengenai policy perusahaan (Informational Role ), dan peranan ketiga yang harus dilakukan seorang manajer yang tidak kalah pentingnya adalah eara manajer mengimplementasikan suatu keputusan perusahaan di dalam kegiatan perusahaan (Decision Role ).

Ketiga peranan yang harus dilakukan seorang manajer akan selalu dan harus ada disetiap jenjang manajemen dalam struktur organisasi, baik di posisi manajer puncak, madya atau lini. Perbedaannya hanyalah terletak pada wewenang dalam mengambil keputusan di mana semakin ke atas seseorang dalam kedudukannya pada posisl organisasi maka semakin besar kewenangannya dalam mengambil keputusan.

2. FUNGSI MANAJEMEN
Fungsi manajemen merupakan perincian dari kegiatan yang dilakukan oleh seorang manajer dalam mengelola perusahaan, di mana secara garis besar fungsi manajemen dibagi menjadi 5 bagian yaitu:
a. Planning Perencanaan
Suatu fungsi pemilihan altematif melalui suatu proses yang rasional untuk mengambil keputusan terhadap objective perusahaan, policy, program maupun prosedur untuk memperbaikinya.

Fungsi plannning dalam manajemen merupakan fungsi dasar dari fungsi – fungsi yang lainnya, karena perencanaan merupakan tujuan, arah, strategi, aturan maupun program yang akan selalu menjadi bagian penting dari pelaksanaan fungsi, manajemen yang lainnya.

Mengapa perencanaan diperlukan ?

Pada dasamya perencanaan akan selalu dilaksanakan perusahaan karena perencanaan yang dibuat tersebut biasanya menjadi penentu arah dalarn pencapaian tujuan yang telah ditetapkan perusahaan, dengan berpedoman pada perencanaan perusahaan dapat melakukan penghematan pengeluaran yang kurang penting tanpa mengabaikan kedinamisan organisasi yang selalu berkembang. Jadi dengan perencanaan bisa dijadikan sebagai sarana untuk melakukan kontrol terhadap penyimpangan maupun perubahan dalam perusahaan sehingga kelanjutannya bisa lebih baik, terarah dan hemat.

Pada umumnya jangka waktu perencanaan dibagi menjadi 3 bagian yaitu perencanaan jangka pendek, menengah maupun jangka panjang di mana ketentuan kapan perencanaan disebut sebagai perencanaan jangka panjang, menengah atau pendek tersebut tergantung pada si pembuat rencana, hanya saja secara umum perencanaan yang jangka waktunya melebihi 5 tahun itu biasanya disebut perencanaan jangka panjang. Sedangkan kalau perencanaan yang mempunyai jangka waktu lebih dari satu tahun dan kurang dari 5 tahun disebut sebagai perencanaan jangka menengah.

Dan yang terakhir kalau jangka waktunya kurang dari satu tahun disebut sebagai perencanaan jangka pendek. Decision making yang perlu dilaksanakan dalam perencanaan merupakan pelaksanaan kegiatan yang sangat penting karena dalam decision making memerlukan pemikiran yang rasional agar suatu perencanaan bias dijalankan dan dijadikan sebagai pedoman dalam mencapai tujuan. Pengambilan keputusan dalam fungsi perencanaan agar dapat disebut sebagai tindakan yang rasional harus memenuhi syarat sebagai berikut:
a. Dapat menganalisa dan menilai dari berbagai alternative yang sesuai dengan tujuan perusahaan yang hendak dicapai.
b. Mempunyai kemauan yang teguh dan optimis untuk yakin akan keberhasilan pelaksanaan perencanaan.
c. Bisa memperkirakan kekurangan yang terjadi dan mengantisipasinya.
b. Organizing (Pengorganisasian)

Fungsi pengorganisasian adalah kegiatan dalam menentukan macam kegiatan beserta jumlah kegiatan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan perusahaan maupun pengelompokan kegiatan – kegiatan beserta orang – orangnya yang sesuai dengan kegiatannya disertai adanya pendelegasian wewenang.

Ada empat bagian penting yang perlu diketahui dalam pengorganisasian yaitu:
1. Staffing
Staffing merupakan suatu kegiatan yang melakukan pembagian kelompok ­ kelompok kerja menurut jenisnya beserta pengisian orang – orang yang sesuai dengan keahliannya.
2. Delegation of Authority
Pendelegasian wewenang dari seorang atasan kepada bawahannya sesuai dengan struktur organisasi maupun kedudukan atau kemampuan bawahan.
3. Departementasi
Pengelompokan kegiatan – kegiatan yang sejenis untuk kemudian dipisahkan dengan kegiatan yang lainnya di mana di antara pengelompokan kegiatan tersebut tetap terjalin koordinasi dalam bekerja sarna.
4. Personalia
Kepegawaian ini sangat penting dalam hubungannya dengan para bawahan baik hubungan yang bersifat formal (sesuai dalam struktur organisasi) maupun informal (timbul karena kebutuhan sosialisasi diri anggota).

c. Directing
Directing atau pengarahan (actuating atau leading atau commanding ) adalah kegiatan yang khususnya ditujukan untuk mengatasi dan mengarahkan bawahan sehingga seorang pimpinan secara manusiawi bisa mengikat bawahan untuk bekerja sama secara sukarela menyumbangkan tenaganya seefisien dan seefektif mungkin untuk mencapai tujuan organisasi.

d. Koordinasi
Koordinasi adalah fungsi yang harus dilakukan seorang manajer agar terdapat suatu komunikasi atau kesesuaian dari berbagai kepentingan dan perbedaan kegiatan sehingga bisa tercapai tujuan organisasinya.
Agar koordinasi terlaksana, setelah manajer melakukan fungsi perencanaan, pengarahan dan pengorganisasian maka seorang manajer harus dapat menciptakan suasana atau lingkungan kerja yang mendorong terlaksananya koordinasi misalnya: memberikan latihan dan training, memilih karyawan yang trampil, menciptakan suasana kerja yang nyaman dan sebagainya. Dan yang lebih penting adalah adanya kesadaran para karyawan tentang pentingnya koordinasi yang diperlukan guna mencapai tujuan organisasi yang juga akan berarti tercapainya tujuan pribadi masing – masing karyawan.

e. Controlling (pengawasan)
Fungsi pengawasan merupakan fungsi terakhir yang akan dilakukan manajer guna melengkapi fungsi yang sudah dilakukan lebih dahulu.
Pengawasan merupakan fungsi yang bertujuan untuk melakukan perbaikan ­ perbaikan yang perlu dilakukan jika terjadi penyimpangan – penyimpangan pelaksanaan perencanaan yang telah ditetapkan. Pelaksanaan fungsi ini biasanya dilakukan dengan cara membandingkan segala sesuatu yang dijalankan dengan standart yang telah ditetapkan sebelumnya.

Fungsi pengawasan mempunyai tiga kegiatan yang harus dilakukan:
1. Menetapkan standart yang dipakai.
Standart ditetapkan berdasarkan pada kemampuan seorang bekerja secara normal baik normal secara kualitatif (normal menurut pendapat umum, langsung, pimpinan) maupun normal secara kuantitatif (bisa diukur melalui standart jam kerja, pendapatan, investasi).
2. Membandingkan pelaksanaan kegiatan dengan standart.
3. Melakukan koreksi.
Dalam mengkoreksi di sini sudah ditelaah masalah – masalah yang dihadapi, analisa dan pemilihan altematif yang memungkinkan untuk memperbaiki dan menyempurnakan pelaksanaan kegiatan.


KEPEMIMPINAN
1. UMUM
Kepemimpinan (Leadership) adalah kemampuan seseorang (pemimpin atau leader) untuk memengaruhi orang lain (yang dipimpin atau pengikut – pengikutnya) sehingga orang lain tersebut bertingkah laku sebagaimana dikehendaki oleh pemimpin tersebut. Kadangkala kepemimpinan dibedakan sebagai kedudukan dan sebagai suatu proses social. Kepemimpinan sebagai suatu kedudukan merupakan suatu kompleks dari hak – hak dan kewajiban – kewajiban yang dapat dimiliki oleh sesorang atau suatu badan. Sedangkan kepemimpinan sebagai suatu proses social meliputi segala tindakan yang dilakukan oleh seseorang atau suatu badan yang menyebabkan gerak dari warga masyarakat.

Kepemimpinan ada yang bersifat resmi (Formal Leadership) adalah kepemimpinan yang tersimpul didalam suatu jabatan. Adapula kepemimpinan karena pengakuan masayarakat akan kemampuan seseorang untuk menjalankan kepemimpinan. Kepemimpinan tidak resmi (Informal Leadership) adalah kepemimpinan yang mempunyai ruang lingkup tanpa batas – batas resmi karena kepemimpinan didasarkan atas pengakuan dan kepercayaan masyarakat.

2. PERKEMBANGAN KEPEMIMPINAN DAN SIFAT – SIFAT SEORANG PEMIMPIN

Kepemimpinan merupakan hasil organisasi social yang telah terbentuk atau sebagai hasil dinamika interaksi social. Sejak mula terbnetuknya suatu kelompok social, seseorang atau beberapa orang diantara warga – warganya melakukan peranan yang lebih aktif daripada reakan – rekannya sehingga orang tadi atau beberapa orang tampak lebih menonjol dari lain – lainnya. Itulah asal mula timbulnya kepemimpinan yang kebanyaan timbul dan berkembanga dalam struktur social yang kurang stabil.

3. SANDARAN – SANDARAN KEPEMIMPINAN DAN KEPEMIMPINAN YANG DIANGGAP EFEKTIF

Kepemimpinan seseorang harus mempunyai sandaran – sandaran kemasyarakatan atau Social Basis. Pertama – tama kepemimpinan erat hubungannya dengan susunan masyarakat. Kekuatan kepemimpinan juga ditentukan oleh suatu lapangan kehiduan masyarakat yang pada suatu saat mendapat perhatian khusus dari masyarakat yang disebut Cultural Focus. Setiap kepemimpinan yang efektif harus memperhitungkan Social Basis apabila tidak menghendaki timbulnya ketegangan – ketegangan atau setidak – tidaknya terhindar dari pemerintahan boneka belaka. Kepemimpinan di dalam masyarakat – masyarakat hukum adat yang tradisional dan homogen, perlu disesuaikan dengan susunan masyarakat tersebut yang masih tegas – tegas memperlihatkan ciri – ciri paguyuban.

4. TUGAS DAN METODE
Secara sosoiologis, tugas – tugas pokok seorang pemimpin adalah sebagai berikut :
a. Memberikan suatu kerangka pokok yang jelas dapat dijadikan pegangan bagi pengikut – pengikutnya.
b. Mengawasi, mengendalikan, serta menyalurkan perilaku warga masyarakat yang dipimpinnya.
c. Bertindak sebagai wakil kelompok kepada dunia diluar kelompok yang dipimpin.

Suatu kepemimpinan (leadership) dapat dilaksanakan atau diterakan dengan berbagai cara (metode). Cara – cara tersebut lazimnya dikelompokkan ke dalam katergori – kategori sebagai berikut :
a. Cara – cara Otoriter
Ciri – ciri pokoknya sebagai berikut :
1. Pemimpin menetukan segala kegiatan kelompok secara sepihak.
2. Pengikut sama sekali tidak diajak untuk ikut serta merumuskan tujuan kelompok dan cara – cara untuk mencapai tujuan tersebut.
3. Pemimpin terpisah dari kelompok dan seakan – akan tidak ikut dalam proses interaksi di dalam kelompok tersebut.

b. Cara – cara Demokratis
Ciri – ciri umum sebagai berikut :
1. Secara musyawarah dan mufakat pemimpin mengajak warga atau anggota kelompok untuk ikut serta merumuskan tujuan – tujuan yang harus dicapai kelompok, serta cara – cara untuk mencapai tujuan – tujuan tersebut.
2. Pemimpin secara aktif memberikan saran dan petunjuk – petunjuk.
3. Ada kritik positif, baik dari pemimpin maupun pengikut – pengikut.
4. Pemimpin secara aktif ikut berpartisipasi di dalam kegiatan – kegiatan kelompok.

c. Cara – cara Bebas
Ciri – ciri pokok sebagai berikut :
1. Pemimpin menjalankan perannya secara pasif.
2. Penentuan tujuan yang akan dicapai kelompok sepenuhnya diserahkan kepada kelompok.
3. Pemimpin hanya menyediakan sarana yang diperlukan kelompok.
4. Pemimpin berada di tengah – tengah kelompok, namun dia hanya berperan sebagai penonton.
Sebenarnya ketiga kategori cara tersebut di atas dapat berlangsung bersamaan karena metode mana yang terbaik senantiasa tergantung pada situasi yang dihadapi. Cara – cara Demokratsi mungkin hanya dapat diterapkan di dalam masyarakat yang warganya mempunyai taraf pendidikan cukup. Cara – cara Otoriter mungkin lebih tepat unutk diterapkan di dalam masyarakat yang sangat heterogen. Sedangkan cara – cara lebih cocok bagi masyarakat yang relative homogen.


CONTOH KASUS : KEPEMIMPINAN DALAM ORGANISASI

Kasus : Hartoyo sebagai Manajer

Drs. Hartoyo telah menjadi manajer tingkat menengah dalam departemen produksi suatu perusahaan kurang lebih 6 bulan. Hartoyo bekerja pada perusahaan setelah dia pensiun dari tentar. Semangat kerja departemennya rendah sejak dia bergabung dalam perusahaan. Beberapa dari karyawan menunjukkan sikap tidak puas dan agresif.

Pada jam istirahat makan siang, Hartoyo bertanya kepada Drs. Abdul Hakim, AK, manajer departemen keuangan, apakah dia mengetahui tentang semangat kerja yang rendah dalam departemen produksi. Abdul Halim menjawab bahwa dia telah mendengar secara informal melalui komunikasi “grapevine”, bahwa para karyawan Hartoyo merasa tidak senang dengan pengambilan semua keputusan yang dibuat sendiri olehnya. Dia (Hartoyo) menyatakan, “dalam tentara, saya membuat semua keputusan untuk bagian saya, dan semua bawahan mengharapkan saya untuk berbuat seperti itu.”

 

Pembahasan :

Gaya kepemimpinan yang digunakan oleh hartoyo adalah gaya kepemimpinan otoriter, yaitu gaya pemimpin yang memusatkan segala keputusan dan kebijakan yang diambil dari dirinya sendiri secara penuh. Pada gaya kepemimpinan otoriter ini, pemimpin mengendalikan semua aspek kegiatan. Pemimpin memberitahukan sasaran apa saja yang ingin dicapai dan cara untuk mencapai sasaran tersebut, baik itu sasaran utama maupun sasaran lainnya.

  • Keuntungan   : Bawahan tidak perlu memikirkan apapun, bawahan cukup melaksanakan apa yang diputuskan dari pemimpin.
  • Kelemahan     : Semua aspek kegiatan dalam perusahaan dikendalikan oleh pemimpin, sehingga apabila ada suatu masalah dalam perusahaan tersebut semuanya hanya tergantung pada pimimpin dan bawahan tidak boleh ikut campur dalam pengambilan keputusan. Sehingga kurang adanya kerjasama dalam perusahaan tersebut.

Konsekuensinya yang akan didapat oleh . Bila Hartoyo tidak dapat merubah gaya kepemimpinannya. Apabila Hartoyo tidak dapat merubah gaya kepemimpinannya perusahaan tersebut dapat mengalami gulung tikar, apabila seorang pimimpin hanya mengutamakan keputusan sendiri tanpa menerima saran dari bawahan. Saran saya, sebaiknya Hartoyo dapat merubah gaya kepemimpinan otoriternya dengan gaya kepemimpinan demokrastis, yaitu gaya pemimpin yang memberikan wewenang secara luas kepada para bawahan. Setiap ada permasalahan selalu mengikutsertakan bawahan sebagai suatu tim yang utuh. Dalam gaya kepemimpinan demokratis pemimpin memberikan banyak informasi tentang tugas serta tanggung jawab para bawahannya. Pada kepemimpinan demokrasi, anggota memiliki peranan yang lebih besar. Pada kepemimpinan ini seorang pemimpin hanya menunjukkan sasaran yang ingin dicapai saja, tentang cara untuk mencapai sasaran tersebut, anggota yang menentukan. Selain itu, anggota juga diberi keleluasaan untuk menyelesaikan masalah yang dihadapinya. Kepemimpinan demokrasi cocok untuk anggota yang memiliki kompetensi tinggi dengan komitmen yang bervariasi. Sehingga Hartoyo akan mudah untuk mencapai tujuan perusahaannya apabila merubah gaya kepemimpinannya dengan gaya kepemimpinan demokratis

 

 

 

 

 

 

Sumber :

Soerjono, Soekamto. 2012. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Pers.

http://www.elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/pengantar_ekonomi/Bab_2.pdf

http://www.elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/managemen_strategik/bab1_pengantar_manajemen_strategik.pdf

http://www.elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/pengantar_manajemen_umum_%28untuk_stmik%29/bab1_pengertian_manajemen.pdf

http://yenni-effendi.blogspot.com/2013/11/contoh-kasus-kepemimpinan-dalam.html

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s