Tugas Minggu Ke – 2

PERENCANAAN (PLANNING)

1. DEFINISI PERENCANAAN

Perencanaan diperlukan dan terjadi dalam berbagai bentuk organisasi, sebab perencanaan ini merupakan proses dasar manajemen di dalam mengambil suatu keputusan dan tindakan. Perencanaan diperlukan dalam setiap jenis kegiatan baik itu kegiatan organisasi, perusahaan maupun kegiatan di masyarakat, dan perencanaan ada dalam setiap fungsi – fungsi manajemen, karena fungsi – fungsi tersebut hanya dapat melaksanakan keputusan – keputusan yang telah ditetapkan dalam perencanaan.

Menurut Newman perencanaan (planning) is deciding in advance what is to be done *1. Sedang menurut A.Allen planning is the determination of a course of action to achieve a desired result *2. Pada dasarnya yang dimaksud dengan perencanaan yaitu member jawaban atas pertanyaan – pertanyaan apa (what), siapa (who), kapan (when), dimana (where), mengapa (why) dan bagaimana (How). Jadi perencanaan yaitu fungsi seorang manajer yang berhubungan dengan pemilihan dari sekumpulan kegiatan – kegiatan dan pemutusan tujuan – tujuan kebijaksanaan – kebijaksanaan serta program – program yang dilakukan *3. Kebutuhan akan perencanaan semakin hari semaki meningkat, dimana peningkatan tersebut punya akibat potensial terbesar terhadap sukses dan gagalnya manajemen.

2. UNSUR – UNSUR PERENCANAAN

Perencanaan yang baik harus dapat menjawab enam pertanyaan yang disebut sebagai unsure – unsure perencanaan yaitu :

  • Tindakan apa yang harus dikerjakan
  • Apa sebabnya tindakan tersebut harus dilakukan
  • Dimana tindakan tersebut dilakukan
  • Kapan tindakan tersebut dilakukan
  • Siapa yang akan melakukan tindakan tersebut
  • Bagaimana cara melaksanakan tindakan tersebut

3. SIFAT RENCANA YANG BAIK

Perencanaan yang baik harus memuat sifat – sifat sebagai berikut :

  • Pemakaian kata – kata yang sederhana dan jelas dalam arti mudah dipahami oleh yang menerima sehingga penafsiran yang berbeda – beda dapat ditiadakan.
  • Suatu rencana harus dapat menyesuaikan dengan keadaan yang sebenarnya. Bila ada perubahan maka tidak semua rencana diubah dan dimungkinkan diadakan penyesuaian – penyesuaian saja.
  • Tidak perlu setiap kali rencana mengalami perubahan jadi harus dijaga stabilitasnya, setiap rencana harus ada dalam pertimbangan.
  • Ada dalam pertimbangan berarti bahwa pemberian waktu dan factor – factor produksi kepada siapa tujuan organisasi seimbang dengan kebutuhan.
  • Meliputi seluruh tindakan yang dibutuhkan. Jadi meliputi fungsi – fungsi yang ada dalam organisasi.

LANGKAH – LANGKAH DALAM MENYUSUN PERENCANAAN

  1. Menetapkan tugas dan tujuan

Antara tugas dan tujuan tidak dapat dipisahkan. Suatu rencana tidak dapat diformulasikan tanpa ditetapkan terlebih dahulu apa yang menjadi tugas dan tujuannya. Tugas diartikan sebagai apa yang harus dilakukan. Sedangkan tujuan yaitu suatu nilai yang akan diperoleh.

  1. Observasi dan Analisa

Menentukan factor – factor apa yang dapat mempermudah dalam pencapaian tujuan (observasi), bila sudah diketahui dan terkumpul, maka dilakukan analisa terhadapnya untuk ditentukan mana yang akan digunakan.

  1. Mengadakan Kemungkinan – Kemungkinan

Factor yang tersedia memberikan perencanaan membuat beberapa kemungkinan dalam pencapaian suatu tujuan. Dimana kemungkinan yang telah diperoleh dapat diurut atas dasar tertentu. Misalnya lama penyelesaian, besarnya biaya yang dibutuhkan, efisiensi dan efektivitas dan lain sebagainya.

  1. Membuat Sintesa

Sintesa yaitu alternative yang akan dipilih dari kemungkinan – kemungkinan yang ada dengan cara mengawainkan sintesa dari kemungkinan – kemungkinan tersebut. Kemungkinan – kemungkinan tersebut tidak mungkin diambil salah satu saja, sebab setiap kemungkinan yang ada mempunyai kelemahan – kelemahan.


Contoh kasus : Usaha catering

Pada saat ini banyak orang yang ingin membuat acara atau kegiatan secara simpel danefisien. Contohnya dalam hal penyiapan makanan dan hidangan. Biasanya mereka lebih memilih untuk memesan makanan daripada membuatnya sendiri dengan alasan pertimbangan waktu dantenaga walaupun memang sedikit mahal. Dari pemikiran inilah kami mempunyai ide untuk membuat bisnis katering makanan..Dalam memulai usaha dalam bidang apapun, maka yang pertama kali harus diketahuiadalah peluang pasar dan bagaimanan menggaet order. Kita juga harus mampu menganalisa keunggulan dan kelemahan pesaing kita dan sejauh mana kemampuan kita untuk bersaingdengan mereka baik dari sisi harga, pelayanan maupun kualitas.

PEMBAHASAN

Untuk itu kita harus membuat perencanaan yaitu dilihat dari beberapa aspek, seperti aspek manajemen, aspek pemasaran, aspek operasional, dan aspek keuangan

A. Aspek manajemen

Bisnis ini dimiliki bersama dengan sistem bagi modal. Bisnis ini dikelola secara bersama – sama dan tiap orang mempunyai tugas masing – masing, misalkan dari 5 orang: 3 orang bertugas membuat masakan dan penyajiannya, 2 orang bertugas mencari bahan masakan, mengantar pesanan dan melakukan perekrutan tenaga kerja apabila membutuhkan.

B. Aspek Pemasaran

  • Target Pasar

Target pasar adalah seluruh kalangan masyarakat yang ingin berefisien waktu dan tenaga,yang merupakan kunci penting untuk diperhatikan. Sudah menjadi kelaziman bahwa usaha katering bekerja berdasarkan pesanan. Kegiatan produksi dimulai apabilatelah pesanan telah diterima. Maka, tanpa pesanan, kegiatan produksi perusahaankatering tidak bekerja. Yang bekerja sepanjang tahun atau selama bisnis itu hidup adalahpemasaran, keuangan dan administrasi. Target pasar adalah seluruh kalangan masyarakat yang ingin berefisien waktu dan tenaga. Pesaing kita dari perusahaan katering lainnya.

  • Konsep pemasaran

Terdiri dari 4 elemen (Price, Place, Promotion). Untuk Produk, Anda mesti mensurvei para pesaing-pesaing Anda. Misalnya saja menentukan apa, 10 menu terpopuler untuk katering di tempat anda. Nah, khusus ke 10 menu itu, Anda mutlak menguasainya. Langkah berikutnya, bertanya kepada diri kita sendiri untuk maju selangkah lebih maju. Misalnya, dengan melakukan inovasi. Mampukah kita menciptakan hal-hal yang baru dengan 10 menu populer itu. Contoh, bagaimana caranya membuat nasi goreng kita beda dan terlihat lebih unik serta kalau bisa catering murah.

  • Produk dan penetapan Harga

Untuk menetapkan harga kita perlu melakukan riset dan membandingkannya dengan strategi harga Anda. Tidak jarang harga kita terlalu mahal karena sistem produksi yang salah dan tidak efektif. Anda perlu misalnya mencari suplier yang mampu mensuplai bahan baku dengan harga yang benar-benar murah, sehingga bisa menghasilkan katering murah. Atau Anda menggunakan kompor yang boros. Bahkan bisa saja komponenen menu Anda yang salah. Di sini Anda perlu melakukan percobaan berkali-kali sampai menemukan formula yang pas dan bisa bersaing dengan catering murah lainnya.
CONTOH DAFTAR MENU NASI KOTAK

NASI KUNING         NASI PUTIH/URAP

Nasi kuning                 Nasi Putih

Mie                              Urap – urap

Kering tempe              Trancaman

Ayam goreng              Ayam bumbu rujak

Perkedel                      Rempeyek

Krupuk udang             Rp. 7.500,-

Rp. 7.500,-

Dan lain-lain tergantung makanan yang dipesan.

Berbagai masakan yang disesuaikan dengan pesanan.

  • Distribusi dan Promosi

Bisnis katering adalah bisnis kepercayaan dan “rasa”. Untuk membuka pasar kita bisa memulai dari acara-acara hajatan keluarga sendiri yang kita kelola sendiri kateringnya dan di setiap meja penyajian kita tempelkan nama katering kita sebagai tanda pengenal dan promosi. Akan lebih baik jika kita sudah menyediakan brosur dan kartu nama. Jika kita bisa mengelola pelayanan katering di hajatan keluarga dengan baik maka semua kenalan dan relasi akan mengetahui kemampuan kita. Untuk mengetahui kualitas dan nikmatnya masakan kita bisa memulai dengan memasak dan menyajikan berbagai menu dalam setiap acara arisan keluarga, RT atau perkumpulan yang kita ikuti dan dengarkan dna minta komentar tamu kita. Dari sini kepercayaan kepada anda akan muncul dan akan tersebar dari mulut ke mulut ini terkadang lebih efektif dibandingkan kita menyebar brosur dan beriklan tanpa pernah kita menunjukkan kemampuan kita di sebuah acara. Dalam bisnis yang utama dalah kesinambungan order maka untuk memperoleh order konsep pemasaran yang lebih komprehensif perlu difikirkan. Penawaran door to door di instansi-instansi pemerintah juga bisa dilakukan. Di awal Anda membuka usaha, buatlah promosi. Salah satu caranya adalah dengan menawarkan harga miring untuk setiap pemesanan dan Jangan pelit atau segan memberikan sample masakan/mengundang makan orang-orang yang memiliki kuasa untuk mengambil keputusan di sebuah perusahaan atau intansi.

C. Aspek Operasional

Masalah – masalah teknis yang menyangkut seluk beluk pekerjaan perlu dipersiapkan rapi. Mulai menghitung kemampuan diri, keterampilan yang dimiliki yang menyangkut bidang pekerjaan itu. Misalnya untuk usaha katering, paling tidak yang dibutuhkan adalah mengerti tentang masakan–syukur-syukur bila Anda pandai memasak, dan lebih baik lagi bila Anda adalah seorang ahli memasak. Untuk menjadi pengusaha katering tidak harus menjadi ahli masak dulu, tapi yang terpenting adalah mampu mengelola usaha itu, sementara untuk tenaga ahli yang bisa memasak, Anda bisa melakukan prekrutan.
Telah di jabarkan di atas bahwa katering ini dikelola bersama-sama dan tiap orang punya tugas masing-masing.

Cara penjaminan mutu dengan cara kita hanya akan berproduksi setelah mendapatkan pesanan jadi masakan dijamin masih segar. Lokasi bisnis ini di jalankan ditempat keramaian. Misalnya di kantor-kantor, dekat dengan lembaga pendidikan dan mudah dijangkau semua orang.

D. Aspek Keuangan

Pada aspek keuangan ini, bisnis kami mendapat modal dari bagi modal yang terdiri dari 5 orang, per orangnya mengeluarkan modal Rp 1.000.000,00. Jadi Modal awal kita sebesar Rp 5.000.000,00. Berikut ini kita tampilkan proyeksi keuangan kita dalam 1 bulan.

Proyeksi Keuangan 1 bulan

  1. Kas Rp 5.000.000,00

Modal Rp 5.000.000,00

(Setoran untuk modal awal)

  1. Perlengkapan Rp 1.000.000,00

Kas Rp 1.000.000,00

(Pembelian Perlengkapan)

  1. Peralatan Rp 500.000,00

Kas Rp 500.000,00

(Pembelian Peralatan)

Proyeksi Penjualan dalam 1 bulan

Minimal mendapat 4 kali pesanan

2 x Partai Besar (Minimal 200 Porsi @ Rp 7.500,00)

2 x (200 Porsi x Rp 7.500,00) = Rp 3.000.000,00

2 x Partai Kecil (Minimal 50 Porsi @ Rp 8.000,00)

2 x (50 Porsi x Rp 8.000,00) = Rp 800.000,00 +

Perkiraan Pendapatan minimal 1 bulan Rp 3.800.000,00

Jurnal Transaksi dalam 1 bulan

  1. Biaya Angkut (4 @ Rp 50.000,00) Rp 200.000,00

Kas Rp 200.000,00

  1. Biaya Tenaga Kerja (5 orang @ Rp 50.000,00 x 4 Pesanan)

Biaya Tenaga Kerja Rp 1.000.000,00

Kas Rp 1.000.000 ,00

  1. Biaya Bahan Baku(@ Rp 4.000,00).

Rp 4.000,00 x 500 Porsi = Rp 2.000.000,00

Biaya Bahan Baku Rp 2.000.000,00

Kas Rp 2.000.000,00

Laporan Laba atau Rugi dalam 1 Bulan

Pendapatan

Porsi Besar 2 x(200 Porsi x Rp 7.500,00) =Rp 3.000.000,00

Porsi Kecil 2 x (50 Porsi x Rp 8.000,00) =Rp 800.000,00 +

Rp 3.800.000,00

Biaya-biaya

Biaya Angkut Rp 200.000,00

Biaya Tenaga Kerja Rp 1.000.000,00

Biaya Bahan Baku Rp 2.000.000,00 +

Rp 3.200.000,00 +

Sumber :

Soerjono, Soekamto. 2012. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Pers.

http://www.elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/pengantar_manajemen_umum_%28untuk_stmik%29/bab4_perencanaan_tujuan_dan_pembuatan_keputusan.pdf

https://www.scribd.com/doc/106624574/Contoh-kasus-perencanaan

http://www.elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/pengantar_ekonomi/Bab_2.pdf

http://www.elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/pengantar_manajemen_proyek/bab3_perencanaan_pelaksanaan_dan_pengawasan_proyek.pdf

http://makalah-artikel-online.blogspot.com/2009/02/contoh-perencanaan-bisnis-katering.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s