Tuga Minggu Ke – 3

PERENCANAAN (PLANNING)

  1. Manfaat Perencanaan

Perencanaan dapat memberikan berbagai manfaat bagi manajer antara lain :

  • Meningkatkan focus dan fleksibilitas. (planning is result oriented, priority oriented, advantage oriented and change oriented)
  • Meningkatkan koordinasi
  • Meningkatkan pengendalian
  • Meningkatkan kualitas manajemen waktu
  • Membantu manajemen menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan
  • Membantu kristalisasi persesuaian dalam masalah – masalah utama
  • Memungkinkan manajer memahami keseluruhan gambaran operasi lebih jelas
  • Membantu penempatan tanggung jawab lebih tepat
  • Memberikan cara pemberian perintah untuk beroperasi
  • Memudahkan koordinasi antar berbagai bagian organisasi
  • Membuat tujuan lebih khusus, terperinci dan mudah dipahami
  • Meminimumkan pekerjaan yang tidak pasti
  • Menghemat waktu, usaha dan dana

Kelemahan Perencanaan

  • Pekerjaan yang tercakup dalam perencanaan mungkin berlebihan dalam praktik riilnya.
  • Perencanaan cenderung menunda kegiatan.
  • Perencanaan mungkin terlalu membatasi manajemen untuk berinisiatif dan berinovasi.
  • Terkadang hasil terbaik justru diperoleh dari penyelesaian individual dan penanganan masalah pada saat masalah tersebut terjadi.
  • Ada rencana – rencana yang diikuti cara – cara yang tidak konsisten.
  1. Jenis Perencanaan Dalam Organisasi

Pengklasifikasian rencana didasarkan pada:

  • Bidang fungsional, Misal: rencana produksi, pemasaran, keuangan dan personalia.
  • Tingkatan organisasi, Misal: rencana tingkat perusahaan, tingkat unit bisnis, dan tingkat fungsional.
  • Karakteristik (sifat), Misal: rencana kuantitatif vs kualitatif, terbuka vs rahasia, kompleks vs sederhana, dll.
  • Jangka waktu, Misal: rencana jangka pendek, jangka menengah, jangka panjang.

Ada beberapa jenis rencana yakni rencana global, rencana strategic dan rencana operasional.

  1. Rencana Global (Global Plan)

Rencana global ini berisi tentang penentuan tujuan suatu organisasi secara menyeluruh. Apa yang menjadi tujuan akhir suatu organisasi yang bersifat jangka panjang. Tujuan global ini dapat dipandang sebagai misi suatau organisasi. Dimana dalam pengembangannya harus memperhatikan situasi dan kondisi serta perkembangan organisasi dimasa yang akan datang, yang tidak lepas dari kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oJeh organisasi. Analisa penyusunan rencana global terdiri alas:

  1. Strength, kekuatan yang dimiliki oleh organisasi yang bersangkutan.
  2. Weaknesses, memperhatikan kelemahan yang dimiliki organisasi yang bersangkutan.
  3. Opportunity, kesempatan terbuka yang dimiliki oleh organisasi.
  4. Treath, tekanan dan hambatan yang dihadapi organisasi.

 

2. Rencana Strategis (Strategic Plan)

Rencana strategik adalah rencana komprehensif yang dirancang untuk mencapai tujuan – tujuan perusahaan dalam jangka panjang. Perencanaan strategik yang dilakukan oleh top manajemen bertujuan mengimplementasikan misi organisasi dan menentukan tujuan yang harus dicapai oleh keseluruhan organisasi maupun oleh unit – unit bisnis yang ada didalamnya.

Bagian dari rencana global yang lebih terperinci. Di mana dengan menyusun kerangka kerja yang akan dilakukan untuk mencapai rencana global, dimensi waktunya adalah jangka panjang. Dalam pencapaiannya dilakukan dengan sistem prioritas, mana yang akan dicapai terlebih dahulu.

Merupakan proses perencanaan jangka panjang yang tersusun dan digunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama. Tiga alasan penggunaan perencanaan strategic ini yaitu :

  1. Memberikan kerangka dasar bagi perencanaan lainnya yang akan dilakukan.
  2. Mempermudah pemahaman bentuk-bentuk perencanaan lainnya.
  3. Titik permulaan pemahaman dan penilaian kegiatan manajer dan organi

Langkah – langkah Proses Perencanaan Strategik :

  1. Penentuan misi dan tujuan organisasi, yang mencakup tentang misi yang diemban, falsafah yang digunakan untuk mencapai misi serta tujuan keseluruhan yang akan dicapai oleh organisasi.
  2. Pengembangan profil perusahaan tentang kondisi dan kemampuan perusahaan. Profil perusahaan menunjukkan kesuksesan diwaktu yang lalu dan kemampuan yang mendukung pelaksanaan kegiatan dalam pencapaian kegiatan diwaktu yang akan datang.
  3. Analisa lingkungan eksternal untuk mengetahui dan mengidentifikasikan cara – cara dalam menghadap perubahan – perubahan yang terjadi diluar organisasi.
  4. Analisa internal dengan menimbang kekuatan dan kelemahan yang dimiliki yang dibandingkan dengan profil perusahaan di lingkungan eksternal.
  5. ldentifikasi kesempatan dan ancaman strategik, menggabungkan antara penentu tujuan dan misi, strategi yang digunakan, analisa lingkungan baik internal dan eksternal serta analisa kekuatan, kelemahan, kesempatan dan tekanan yang dihadapi
  6. Pembuatan keputusan strategik yang mencakup penetapan. penilaian dan pemilih alternatif yang akan
  7. Pengembangan strategi perusahaan, yang dikembangkan ke dalam berbagai
  8. Implementasi strategic yang menyangkut kegiatan manajemen untuk mengoperasikan strategic
  9. Peninjauan kembali dan evaluasi dengan memonitor dan membandingkan serta menilai semua kegiatan yang dilakukan dengan tujuan yang akan dicapai

    3. Rencana Operasional (Operational Plan)

Rencana operasional adalah rencana yang merupakan penguraian lebih terinci mengenai bagaimana rencana strategik akan diimplementasikan. Rencana operasional antara lain meliputi:

  1. Rencana produksi: metode dan teknologi yang digunakan dalam proses produksi.
  2. Rencana keuangan: dana yang diperlukan untuk membiayai operasional perusahaan.
  3. Rencana fasilitas: fasilitas dan tata letak yang diperlukan untuk mendukung aktivitas perusahaan.
  4. Rencana personalia: proses rekruitmen, seleksi dan penempatan personil dalam perusahaan.

Merupakan penjabaran dari perencanaan strategik, adapun bentuk dari perencanaan ini yaitu berupa anggaran dan prinsip – prinsip operasioanal, yaitu:

  1. Consentrated, penerapan dari asas pengendalian yang dilaksanakan oleh manajer, agar terlaksana unity of command dan unity of dirrection dalam setiap program kerja.
  2. Integrated, penerapan aspek koordinasi dalam setiap pekerjaan agar tercapai keterpaduan kerja guna menjamin tujuan yang efektif.
  3. Continue, perlunya kesinambungan program kerja sehingga dapat digunakan untuk perbaikan – perbaikan program kerja selanjutnya, sehingga terjadi peningkatan efisiens
  4. Multi instansional approach, agar integrasi tugas tetap terjaga dengan didukung sistem yang baik.

Rencana ini meliputi pereneanaan terhadap kegiatan-kegiatan operasional dan besifat jangka pendek. Ada dua bentuk rencana operasional yang perlu diketahui, yaitu:

  1. Rencana sekali pakai (single used pian), yaitu rencana yang hanya digunakan untuk mencapai tujuan tertentu dan tidak digunakan kembali bila tujuan tersebut telah tercapai. Kegiatan yang tidak digunakan lagi setelah tercapainya tujuan dan ini sifatnya lebih terperinci karena hanya sekali pakai, misal reneana pembelian dan pemasangan mesin komputer dalam perusahaannya untuk mendukung kelancaran Bentuk dari rencana ini berupa :
  • Program, rangkaian kegiatan yang relatif luas, meliputi langkah untuk mencapai tujuan, personil yang bertanggung jawab dan urutan waktu langkahnya.
  • Proyek, rencana yang mengidentifikasi aktivitas untuk mencapai tujuan tertentu dengan target kerja dan sumber daya yang sudah ditentukan.
  • Anggaran, perencanaan sumber daya keuangan untuk proyek atau aktivitas tertentu.
  1. Rencana tetap (standing plan), yaitu rencana yang digunakan lebih dari satu kali untuk menangani situasi yang dapat diperkirakan terlebih dahulu dan terjadi berulang – ulang. Wujud dari rencana tetap ini yaitu :
  • Kebijaksanaan yaitu pedoman umum dalam pembuatan keputusan, mengenai apa yang dapat dibuat dan apa yang tidak .dapat dibuat.
  • Prosedur yaitu pedoman umum dalam pembuatankeputusan.urut – urutan pekerjaan yang harus dilakukan yang tergambar dalam instruksi yang
  • Peraturan adalah pernyataan tentang boleh tidaknya suatu kegiatan dilakukan dalam situasi Peraturan ini digunakan unt mengimplementasikan rencana – rencana lain dan biasanya hasil dari kebijaksana yang diikuti dalam setiap kegiatan.

Sumber:

http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/pendidikan/Mimin%20Nur%20Aisyah,%20M.Sc.,%20Ak./Bab%205%20Proses%20Perencanaan.pdf

http://www.elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/pengantar_manajemen_umum_%28untuk_stmik%29/bab4_perencanaan_tujuan_dan_pembuatan_keputusan.pdf

http://www.elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/pengantar_manajemen_proyek/bab3_perencanaan_pelaksanaan_dan_pengawasan_proyek.pdf

http://www.elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/pengantar_manajemen_pemasaran/bab7_proses_perencanaan_pemasaran.pdf

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s