This is my life

Hai kehidupan. Apa kabar ? 2012 menjadi akhir masa SMA dan menjadi awal masa kuliah. KULIAH ? that’s amazing. Masuk jurusan yang tak pernah dimau bahkan tak tahu apa yang dimaksud oleh jurusan tersebut. “PSIKOLOGI” ya itulah jurusannya yang sebenarnya dipaksakan orang tua dan tak sesuai dengan keinginan yang “Sistem Informasi”. Hanya itukah paksaannya ? tidak sejak 6 tahun sebelumnya pun begitu. Maunya SMPN 2 GUNUNGPUTRI tetapi malah dimasukkan SMPN 1 GUNUNGPUTRI, begitu juga dengan SMA maunya SMK TRIPLE J jurusan “Teknik Komputer & Jaringan” tapi kenyataanya malah dimasukkan ke SMAN 1 GUNUNGPUTRI walaupun tak lulus tes tetap masuk kesana walau lewat jalur belakang. Awalnya sulit untuk menikmati tetapi semakin dijalani semakin banyak cerita yang membuat lupa semua ketidaksesuaian diawal. Banyak kisah di masa SMP dengan kenakalan-kenakalan ala-ala bocah ingusan. Aku harus berterima kasih terhadap beberapa orang yang sudah menjadi cahaya dan mewarnai hidupku ini seperti R.L Gasti, suhu Agus, sahabat-sahabat yang gokil dll. Oiya ada juga masa SMA yang penuh cerita dan cinta yang menguras emosi dan air mata bagaikan sinetron di TV. HAHAHA lucu ya tapi hidupku tak pernah selucu itu dan penuhi dengan hal-hal yang pahit sama pahitnya seperti secangkir kopi. Tak bisa dipungkiri masa inilah yang paling berharga karena dari masa inilah aku mengenal bagaimana merasakan arti ketulusan seperti yang diberi Almh. Yeni Rahman Bin Sipulan. Beliau adalah bibi sekaligus pengganti sosok ibu kandung. Entah kenapa jauh didalam hati ini posisi itu bisa tergantikan oleh orang yang tidak memiliki hubungan darah sedikit tapi rasa kasih dan sayangnya melebihi dari orang yang melahirkanku kedunia ini. Walaupun hanya beberapa tahun tapi menjadi kenangan indah yang tak bisa dilupakan bahkan abadi sampai kapanpun. TERIMAKASIH bi… semoga engkau tenang disana dan bisa menemani adikku yang juga sudah disana. Satu-satunya harta berharga lebih dari diriku sendiri, masa depan bahkan sinar yang menerangi hidupku. Entah berapa tahun tak ingin lagi diingat sejak meninggalnya sikecil dan 13 tahun sudah berlalu sejak meninggalnya bibiku yang mehilangkan 1 nyawa yang hidup didalam diriku ini. Bahkan 22 tahun kujalani dengan kehilangan banyak hal, hidup sendirian, penuh dengan penderitaan, kesakitan bahkan kebencian dari orang tua kandung yang seharusnya menyayangi setulus hati. Kelihatan diluar sih mereka menyayangi tapi saying itu hanya defense mechanism rasionalisme, displacement dari masa lalu mereka dan dituangkan kedalam kehidupan yang menjadikanku seorang yang penuh dengan penderitaan, kebencian, dendam, rasa sakit, kosong, hampa, tak bisa memaafkan, entah apalagi yang ingin mereka ajarkan bahkan tak ada lagi yang harus aku lakukan lagi didunia ini. Karena lahirnya aku didunia ini tak sesuai dengan keinginan mereka dan mereka sampai hati melakukan Gender Identity Disorder terhadap anaknya sendiri. Sampai hidupku ini terasa seperti sebuah mutant. Bagusnya meski hidup seperti itu masih ada orang yang bersedia menjadi pengganti sosok mereka yaitu bibi yang mengajarkan, memberikan dan mewarnai hidupku. Hal itu menjadikan berusaha untuk tegar menjalani hidup yang tak pernah hidup lagi. Entah apakah aku akan bisa menjadi manusia lagi atau tidak. Jika iya, mungkinkah ada seseorang yang bersedia menjadi cahaya, mewarnai hidup dan bisa membuatku melupakan hidup yang gelap, hitam, kelam, tak berharga, tak berarti, tak berguna dan tak ada masa depan. Tanpa harus menghakimi masa lalu dan berada disampingku untuk mencerahkan masa depan. Jika mungkin hanya malaikat yang bisa melakukan hal sesempurna itu.

Awal masuk kuliah dijurusan PSIKOLOGI yang tak tahu itu apa. Membuatku menjadi orang aneh bahkan menjadi alien yang masuk kedunia yang antah berantah. Mungkin karena bukan keinginan tetapi seperti biasa yang bisa dilakukan hanya mencoba untuk menikmati apa yang terjadi. Ternyata ada hikmah dibalik sesuatu yang kudapat, bahwa apa yang didapat adalah sesuatu yang dibutuhkan. 7 semester dilalui. Banyak pelajaran hidup yang didapat dari tokoh-tokoh yang entah siapa dan tak pernah bertatap muka. Semester 1 & 2 pada Psikologi Umum yang mempelajari tokoh-tokoh seperti Sigmund Freud tentang “Psikoanalisis” yang mirip dengan control aliran yin yang dari Thaichi Imyang saat SMP dulu yang diajarkan suhu Agus, Abraham Maslow tentang “Hierarki Kebutuhuan” hal-hal yang menghilang dari hidupku ini, Ivan Pavlov yang bercerita tentang “Classical Conditioning”, lalu aliran aufklarung atau zaman pencerahan dll. Semester 3 & 4 pada Psikologi Kepribadian Karen Horney “pengalaman-pengalaman pada masa kanak-kanak berpengaruh besar pada kehidupan dimasa depannya. Orang – orang yang tidak mendapatkan kebutuhan akan cinta dan kasih sayang yang cukup selama masa kanak – kanak mengembangkan rasa Permusuhan Dasar (Basic Hostility) terhadap orang tua mereka dan sebagai akibatnya mengalami Kecemasan Dasar (Basic Anxiety).” Dengan contoh kasus seorang anak yang sering dihajar, dipukul, diperlakukan kasar tumbuh besar dan berkembang menjadi anak yang mudah memukul, berlaku kasar, pemarah dll yang ternyata itulah kisah nyata dari diri sendiri yang diteorikan dalam ilmu psikologi. Lalu George Kelly “Konstruk Personal” yang itulah caraku memandang kehidupan. Semester 5 & 6 pada Observasi & Wawancara “Kesepian” this is me. Awalnya tak sadar dengan judulnya, tapi merasa aneh saat pengambilan data OW yang subjeknya “Maminya Anin”. Disitulah baru sadar dan juga dapat pelajaran yang berharga dari beliau. Lalu semester 7 & 8 belum ada cerita karena masih proses dan belum berhenti😛.

Tak terasa ya sudah di penghujung waktu. Padahal baru September kemarin perayaan hari ulang tahun yang ke 22. Seperti biasa, setelah kehilangan besar 13 tahun yang lalu tak ada perbedaan saat event ini ingat sendiri, dilakukan sendiri, apa-apa sendiri, beli kue sendiri, merayakan sendiri, makan sendiri. Tak ada orang dirumah ? ada, tapi mereka kuanggap mati bahkan tak pernah hidup. Sama seperti hidupku ini hidup tapi mati. Tahun 2015 hanya tinggal menunggu kembang api berdentum dilangit dan mewarnai malam yang gelap menjadi tanda pergantian tahun menjadi 2016. Apa kabar masa depanku ? masih adakah kau disana atau telah musnah ditelan waktu yang gelap, hitam dan kelam seperti kopi yang setiap hari kuminum. Yang mungkin hanya itulah yang bisa mewakili kehidupanku atau tepatnya waktu yang telah kulalui selama ini selama 22 tahun dan akan menjadi yang ke 23 tahun. Tapi kemungkinan tak jauh berbeda, yang berbeda mungkin hanyalah perayaan wisuda S1 Psikologi. Itupun jika selesai tepat waktu dan tanpa halangan atau rintangan yang mengiringi. BAHAGIA ? mungkin atau tepatnya hanya sesaat setelah itu akan kembali seperti semula. Menjadi suatu hal yang harus dimulai dari awal lagi. Seperti orang yang terlahir kembali tapi tak pernah hidup. Ya itulah aku hidup tapi mati. Ada pepatah mengatakan “ada perbedaan antara manusia dan menjadi manusia dan orang yang mampu membedakannya hanyalah orang yang bijak” apakah aku orang yang bijak ? atau hanya mencoba memahami kehidupan sampai menjadi manusia yang hidup. Bukannya hidup seperti manusia. Hakikat manusia yang hidup diartikan bagaimana jantung berdetak dan darah yang mengalir. Tapi sayangnya kehidupan tidak semunafik itu. Hidup yang sesungguhnya bukanlah tentang hakikat tapi bagaimana kita menjadi manusia yang hidup didalam kehidupan ini. Bukan menjadi sebuah mesin tanpa emosi dan perasaan yang hanya menjalankan perintah bagaikan sebuah system yang diciptakan untuk menjalankan suatu program kehidupan yang bernama takdir. Apakah mungkin itu takdir atau keegoisan manusia didalam hidup ? atau bahkan Allah itu tak pernah adil. Padahal Allah berjanji pada umatnya bahwa dia tak pernah membiarkan umatnya sendiri sayang hal itu hanya menjadi khayalan tingkat tinggi yang indah. Termasuk bahwa “manusia diciptakan berpasang-pasangan” atau tepatnya penikahan. This is bullshit ? ya itu mungkin cuma khayalan tingkat tinggi atau mimpi indah belaka yang tak pernah terjadi. Sehebat dan sekeras apapun berusaha untuk hal ini tak pernah ada hasilnya. Kenyataannya jangankan orang lain bahwa orang tua kandung saja tak bisa menyayangi dan mencintaiku sepenuh hati. Ya sudahlah lupakan tentang pasangan atau bahkan pernikahan itu Cuma cerita indah dinegeri dongeng. Kata Allah “tak ada hal yang kalian lakukan akan menjadi sia-sia” sayang hal ini juga tak terbukti didalam kehidupanku. Mungkin hal yang kusangsikan ini terjadi dalam hidup orang lain tapi tak pernah terjadi dihidupku. This is me, this is my life, this is my way, this my destiny never to change anytime. Hidup menjadi diriku itu sulit harus berusaha setenang mungkin walaupun hidup sekacau apapun, mungkin yang bisa kulakukan hanya melihat dan merasakan kebahagiaan tanpa bisa memilikinya. Karena tak bisa memiliki kebahagiaan masih kesenangan yang bisa dimiliki just do it for me. Tak pernah ada kebahagiaan yang ada hanya penderitaan dan rasa sakit dari 22 tahun kehidupan ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s